oleh

Kembangkan Kedelai Nasional, Kementan Alokasikan Lahan 6.153 Hektar di Sulut

METRO, Manado- Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan upaya pengembangan kedelai nasional seluas 120.000 hektar, diantaranya untuk Provinsi Sulut 6.153 hektar dan tahun 2021 akan berlipat menjadi model korporasi seluas 30.000 hektar yang juga didukung oleh investor.

Hal ini terungkap dalam penandatanganan MoU korporasi petani jagung dan kedelai, di Tontalete Minahasa Utara, pada Minggu (30/8). MoU melibatkan Bank BRI, BRI, Mandiri, Pupuk Kaltim, Jasindo, PT PPI, PT MAGP, dan lainnya sepakat untuk mengembangkan korporasi jagung dan korporasi kedelai.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menjelaskan, pengembangan korporasi tersebut didukung IT pertanian yakni Aplikasi Agri-solution serta permodalan dari KUR. Dengan korporasi maka ada kepastian sarana produksi pertanian, modal serta kepastian pasar dan jaminan harga jual.

“Untuk Provinsi Sulut juga akan dikembangkan 50 hektar kàcang tanah dan kacang hijau 500 hektar dan ubi kayu seluas 350 hektar,” ujar Suwandi.

“Arahan Pak Menteri Pertanian produksi harus naik. Guna meningkatkan provitas kedelai selama ini 1,4 ton per hektar menjadi 2 ton sampai 3 ton per hektar, maka paket bantuan dilengkapi dengan rizobium, pupuk hayati cair dan herbisida sesuai anjuran teknologi, termasuk benih bio-soy,” imbuh Suwandi.

Dari data yang diperoleh METRO, diketahui bahwa total bantuan pengembangan pertanian 2020 di Provinsi Sulut sebesar Rp 136,86 miliar. Bantuan di antaranya pengembangan jagung sebesar 98.132 hektar, kedelai 6.153 hektar, benih unggul kelapa genjah 25.000 batang, kelapa dalam 477.600 batang, pala 431.250 batang, cengkeh 85.800 batang dan pembangunan kebun induk tanaman pala sebesar 2 hektar di Minahasa Utara.(71)

Terkait