oleh

55 Rumah Warga Dapat Bantuan dari Jerman

METRO, Bitung- Bitung jadi salah satu kota di Indonesia yang mendapat bantuan dari Bremen Overseas Research and Development Association atau BORDA, sebuah organisasi nirlaba asal Jerman. Bantuan yang diserahkan fokus pada penanganan sanitasi di permukiman warga.

Kepastian pemberian bantuan ini didapat Rabu (14/04) kemarin. Frank Fladerer selaku Direktur BORDA berkunjung ke Bitung untuk hal itu. Ia bertemu langsung dengan Walikota dan Wakil Walikota Bitung, Maurits Mantiri dan Hengky Honandar, yang didampingi Sekretaris Kota Audy Pangemanan serta Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Hendri Sakul.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Walikota itu Frank menjelaskan perihal bantuan yang diserahkan. Bantuan dimaksud berupa instalasi pengolahan air limbah atau IPAL individual. Disebut individual karena IPAL itu dipasang di masing-masing rumah yang jadi sasaran bantuan tersebut.

“Tujuannya untuk mengurangi permasalahan sanitasi yang mencemari air di bawah tanah. Kita peduli dengan itu untuk mewujudkan lingkungan yang sehat demi kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Frank menyebut ada 12 kota di Indonesia yang menjalin kerjasama dengan pihaknya. Bitung jadi salah satu bahkan termasuk dalam empat kota prioritas di mata BORDA. Artinya, organisasi tersebut memberikan perhatian lebih karena kerjasama dengan Bitung bukan baru kali ini, melainkan sudah sejak beberapa tahun silam.

Walikota pun menyambut baik perhatian itu. Ia menganggap apa yang dilakukan BORDA merupakan teladan yang patut dicontoh. Karenanya, ia menegaskan akan menjaga kerjasama itu dan merawat bantuan yang diperoleh.

“Kita tidak boleh hanya sekedar menerima bantuan itu, kita juga harus menindaklanjutinya. Bentuk tindak lanjut yang saya maksud berupa kampanye ke masyarakat untuk memperhatikan kesehatan lingkungan, sekaligus mengurangi pencemaran air limbah ke dalam tanah,” tukasnya.

Lebih lanjut, Walikota mengungkap jumlah IPAL individual yang diserahkan BORDA. Total kata dia, ada 55 unit yang diterima dari organisasi tersebut. Masing-masing unit dilengkapi dengan septic tank untuk menampung air limbah yang dihasilkan warga.

“Untuk kali ini bantuan itu kita teruskan ke 55 rumah warga yang ada di Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Matuari. Rumah yang memperoleh bantuan itu tidak dipilih dengan sembarang. Kita cek dulu layak atau tidak baru ditentukan. Dan memang semuanya layak. Semua rumah yang memperoleh berlokasi di pinggir Sungai Girian sehingga memang pantas untuk dibantu. Sebab jika tidak, air limbah dari rumah-rumah itu akan mencemari sungai dan berdampak ke penduduk lain di sekitar situ,” papar Walikota.

Usai beraudiens, utusan BORDA bersama Walikota meninjau langsung rumah warga yang jadi sasaran bantuan. Mereka sekaligus memantau kondisi Sungai Girian yang ada di dekat situ. Alhasil, dari pantauan itu BORDA menarik kesimpulan bantuan yang diberikan jatuh ke pihak yang tepat.(69)

Komentar