oleh

Pelayanan dan Penanganan Covid-19 Sarat Keluhan, Komisi IV Tak Ada Gerakan

METRO, Manado- Kondisi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 kian memprihatinkan. Tak hanya dampak ekonomi, masalah psikis warga mulai nampak tertekan.

Berbagai keluhan mulai dari pelayanan hingga penanganan Covid-19 oleh pihak rumah-rumah sakit pun mulai ramai di jagat media sosial. Banyak warga menjerit ketika anggota keluarga yang dibawa ke rumah sakit di-covidkan oleh pihak medis, dan ada pula yang diminta untuk menandatangani surat setuju untuk dimakamkan secara Covid-19 jika meninggal.

Sayangnya, sampai saat ini, berbagai keluhan masyarakat belum ditindaki oleh Komisi IV bidang Kesejahteraan Rakyat. Padahal Komisi ini adalah bermitra kerja dengan rumah-rumah sakit untuk bisa dipanggil hearing dan dimintai kejelasab soal keluhan masyarakat.

Saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat Whatsapp, Rabu (4/8/2021), Ketua Komisi IV, Braien Waworuntu yang juga politisi Partai Nasdem enggan berkomentar.

Wakil Ketua Komisi IV, Careig Naichel Runtu (CNR) saat dihubungi mengatakan akan menindaklanjuti hal tersebut.

“Ditindaklanjuti,” tulis CNR.

Di waktu terpisah, anggota Komisi IV DPRD Sulut, Melky Jakhin Pangemanan juga dikonfirmasi soal keluhan warga. Politisi Partai Solidaritas Indonesia itu mengatakan dirinya tetap bekerja memperhatikan aspirasi masyarakat.

“Kalau ada aspirasi yang masuk langsung disampaikan ke pihak terkait. Bisa cek ke pimpinan komisi,” kata MJP.

Masyarakat kecewa dengan kinerja Komisi IV yang membidangi kesehatan. Bahkan, soal gaji puluhan juta ikut disentil.

“Anggota dewan dapat gaji Rp48 jutaan setiap bulan, tapi kenapa komisi IV tidak ada aksi untuk memperhatikan keluhan warga. Padahal sudah banyak yang viral di media sosial soal penanganan kesehatan. Ini sama seperti makan gaji buta, tidak kerja tapi tetap terima gaji. Sangat disayangkan,” ucap Lucky L, warga Mapanget, Kota Manado.(37/KMT)

Komentar