oleh

9 Bulan Menghilang, Edi Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

METRO, Manado- Warga Desa Kamangta, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa dihebohkan dengan penemuan mayat dalam keadaan tergantung dengan seutas tali. Mayat yang tingal belulang tersebut adalah lelaki Edi Palendeng (62), warga Desa Kamangta, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa.

Edi ditemukan pada Rabu (24/11) kemarin sekitar pukul 13.05 WITA di Perumahan Asabri, Desa Kamangta di Desa Kamangta, Kecamatan Tombulu .

Informasi yang didapat dari pihak kepolisian menyebutkan, penemuan mayat itu berawal ketika lelaki Darius Wollah (61), Warga Desa Kamangta, dari kebun melewati rumah korban Dimana korban sudah tidak diketahui keberadaannya sejak 9 bulan yang lalu.

Darius melihat rumah korban agak terbuka di bagian jendela. Selanjutnya Darius mencoba masuk dalam rumah. Karena agak gelap, ia kembali ke rumahnya untuk mengambil senter. Darius masuk menggunakan senter dan mendapati korban sudah meninggal dengan posisi tergantung.

“Leher korban terikat tali dan keadaannya tinggal tulang belulang,” ujar Darius yang kemudian memberitahu kepada warga lain.

Menurut saksi Agustinus Bandaso (52) yang merupakan Kepala Lingkungan (Pala) VII desa Kamangta, dirinya melihat korban terakhir pada awal Februari 2021, membawa sepeda motor. Setelah itu korban menghilang, terhitung sudah 9 bulan.

Menurut isti korban, Anneke N Piri, terakhir bertemu dengan suaminya sekitar Januari 2021 lalu. Dimana, saat itu korban membawa sepeda motor ke kos. “Korban dengan saya telah pisah ranjang sejak 1 tahun yang lalu,” kata Anneke.

Sementar itu Tim Inafis satuan Reskrim Polresta Manado tiba di lokasi kejadian dan melakukan olah TKP dan mengumpul tulang belulang.

Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Taufiq Arifin SHut SIK, ketika di konfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. Lebih lanjut Arifin berkata, korban diduga meninggal dunia karena mengalami stres, tinggal sendiri di rumah.

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi kepada korban dan dibuatkan berita Acara Penolakan Otopsi dan ditandatangani oleh keluarga,”ujar Arifin.(33)

Komentar