Masyarakat Adat Bantik Tolak Reklamasi Pantai Malalayang

Manado42 Dilihat

METRO, Manado- Masyarakat adat Bantik menggelar aksi damai dengan tujuan untuk menolak reklamasi di pantai Malalayang, Kota Manado oleh PT TJ Silfanus, Jumat (19/8/2022) siang.

Aksi damai atas penolakan oleh masyarakat adat Bantik dilakukan dengan menutup akses ke lokasi reklamasi pantai Malalayang serta membentangkan baliho.

Aksi diikuti oleh ratusan masyarakat adat Bantik di Kota Manado serta dari perantauan.

Menurutnya warga, kegiatan reklamasi itu mengancam akan kerusakan terumbu karang dan keindahan dari pantai Malalayang. Belum lagi dengan aktivitas reklamasi yang dilakukan hingga malam hari sehingga mengganggu ketenangan warga.

Ketua DPP Bantik Perantauan Jufani Mongan mengatakan jika situs kebudayaan di tepi pantai akan rusak karena reklamasi. Maka cerita-cerita rakyat yang selalu dibanggakan kepada anak cucu mereka akan hilang.

“Situs kebudayaan ini adalah warisan leluhur yang harus dijaga. Apa yang akan diceritakan pada anak cucu kita nanti jika semua sudah jadi gedung,” kata Jufani Mongan.

Berti Monangin selaku tokoh masyarakat Bantik mengatakan pihaknya sudah lima kali melakukan koordinasi dengan PT TJ Silfanus.

“Ada komitmen-komitmen yang dilanggar pihak pengembang. Salah satunya adalah tidak melakukan kegiatan reklamasi sebelum ada kesepakatan bersama. Namun nyatanya pihak pengembang tetap melakukan kegiatan reklamasi, untuk itu kami protes,” tegas dia.

Lanjut Berti Monangin, masyarakat Bantik merasa dibohongi oleh pihak pelaksana reklamasi. Karena kesepakatan pertama pada bulan Juli sudah ada yang dibicarakan dengan pihak pengembang. Namun pada pertemuan tanggal 5 Agustus pengembang tidak hadir.

Dia juga berjanji akan terus melakukan aksi penolakan reklamasi jika pihak pengembang tidak beritikad baik dengan masyarakat adat Bantik.

“Kami sudah menyurat ke Pemerintah Provinsi beberapa waktu lalu terkait polemik ini namun belum ada respon,” tambah dia.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Manado Conny Lantu mengatakan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) masih akan berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan terkait masalah ini.

“Tentunya kami siap memfasilitasi masyarakat Bantik dan pengembang supaya dapat mencari solusi bersama agar tidak tumpang tindih,” ungkap Conny Lantu.

Sementara terpantau, aksi yang berlangsung hingga pukul 17.00 Wita dikawal oleh sejumlah aparat kepolisian dari Polresta Manado.(33)

Komentar