Begini Cara Aman Mengendarai Skutik Honda di Tanjakan dan Turunan

Otomotif117 views

METRO, Manado- Melewati jalan dengan tanjakan terjal ataupun turunan curam memerlukan keahlian khusus dari pengendara sepeda motor, apalagi jika menggunakan motor dengan transmisi otomatis (matik).

Dalam kondisi jalan seperti ini, pengendara tidak hanya dituntut meningkatkan kewaspadaan namun juga keterampilan dan kesabaran.

Instruktur Safety Riding Perempuan Honda DAW, Agnessya Mapalie, mengungkapkan pengguna motor matik Honda perlu mengikuti tips #Cari_aman saat melewati jalur tanjakan dan turunan.

“Pertama, lakukan pengecekan dan pemeriksaan mulai dari bahan bakar, oli, rantai, ban, kopling, rem, dan perangkat lainnya,” ujar perempuan yang akrab disapa Agnes ini.

Kata Agnes, pemotor harus mengenali kondisi rute yang akan dilalui agar dapat mengantisipasi berbagai macam jalur yang akan dilewati. “Pengendara sepeda motor dapat mengatur jadwal dan rute perjalanan untuk menghemat jarak, waktu, tenaga serta menghindari kemacetan,” ungkap Agnes.

Ketika memasuki jalur yang menanjak, maka kata Agnes sebaiknya mengambil jarak yang cukup agar akselerasi sepeda motor dapat melewati tanjakan.

“Turunkan kecepatan secara bertahap ketika mendekati puncak jalan datar. Sebelum memasuki jalan menanjak, manfaatkan akselerasi atau momentum dengan menambah gas jauh sebelum jalan menanjak dengan memperhatikan kondisi jalan, kurangi kecepatan ketika mendekati ujung tanjakan dengan tetap memperhatikan kecepatan saat menanjak sebelumnya guna mencegah terlepasnya roda depan ketika mencapai ujung tanjakan,” tuturnya.

Ia mengatakan, sebaiknya kurangi kecepatan jauh sebelum memasuki jalan menurun, dengan cara menurunkan gas dan pertahankan kecepatan sepeda motor dengan menggunakan rem depan atau belakang. “Bila dirasakan pengereman kurang optimal, berhentilah atau menepi sejenak ketika melewati jalan turunan dengan rute yang panjang untuk mendinginkan rem,” jelas Agnes

Yang tak kalah penting, kata Agnes adalah postur saat berkendara di jalur tanjakan. Posisikan badan condong ke depan agar roda depan mendapatkan cengkraman yang kuat terhadap permukaan jalan. “Demikian pula pada saat berkendara jalur turunan, posisikan postur badan condong ke belakang,” ucapnya.

Agnes bilang, saat harus berhenti di tanjakan, komposisi rem belakang sebaiknya lebih besar yang berguna untuk menahan gaya dorong kendaraan ke belakang.

“Hindari posisi di belakang kendaraan berukuran besar, seperti truk dan bus namun bila terpaksa harus berada di belakang kendaraan besar ambilah posisi di sebelah kiri atau mengambil posisi paling aman di belakangnya,” katanya.(71)

Komentar