Pilkada 2024, KPU Minahasa Utara Gelar Media Gathering Sosialisasikan Perekrutan Pantarlih

METRO, Airmadidi – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa Utara kini tengah melaksanakan perekrutan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih). Untuk mensosialisasikan proses ini, KPU Minahasa Utara menggelar  media gathering yang diadakan di Casa Benedetta Warukapas, Kecamatan Dimembe, pada Jumat, 14 Juni 2024.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Minahasa Utara, Hendra Lumanauw, berharap media berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkada. “Media diharapkan memberitakan mengenai kerja-kerja KPU serta tahapan pelaksanaan Pilkada, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi dan meningkatkan partisipasi dalam Pilkada pada 27 November 2024,” kata Lumanauw.

Dijelaskan Kepala Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Irene Buyung, tahapan perekrutan Pantarlih telah dimulai untuk memilih 621 orang Pantarlih. “Pantarlih akan bertugas selama satu bulan untuk melakukan pendataan dari rumah ke rumah. Data ini akan digunakan untuk menetapkan daftar pemilih yang akan memberikan suara di 352 TPS di Minahasa Utara,” jelas Buyung.

Kepala Divisi Partisipasi Masyarakat (Parmas) dan SDM, Risky Pogaga, berharap kerjasama media untuk memberikan masukan selama proses perekrutan juga saat Pantarlih melaksanakan tugasnya. “Kami berharap perekrutan dan tugas Pantarlih nantinya juga diawasi media, sehingga Pilkada bisa berjalan lancar dan berkualitas,” tukas Pogaga.

KPU MInahasa Utara menghadirkan dua narasumber dalam gathering ini, yaitu Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado, Fransiskus M. Talokon, dan Korwil Ikatan Sulawesi Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Amanda Komaling.

Talokon memaparkan peran pers dan media massa dalam pemilihan 2024. Menurutnya, dalam menjalankan tugasnya, pers harus mematuhi 10 pasal kode etik yang diatur oleh Dewan Pers. “Dalam membuat karya jurnalistik, terdapat tiga poin penting mengenai kode etik, yaitu independensi, kebenaran/fakta, dan mengurangi dampak,” kata Talokon. Dia menekankan pentingnya menyajikan berita yang independen dan sesuai fakta agar tidak menyebabkan dampak negatif di masyarakat.

Komaling juga menekankan pentingnya konfirmasi dan penyajian berita sesuai fakta di lapangan, agar tidak menimbulkan masalah hukum terkait pemberitaan. “Hal ini sangat penting, mengingat peran pers sebagai kontrol sosial,” ujar Komaling.

Dengan kegiatan ini, KPU Minahasa Utara berharap kolaborasi dengan media dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2024, serta memastikan setiap tahapan Pilkada berjalan transparan dan akuntabel.(RAR)

Komentar