KORANMETRO.COM- Dana pihak ketiga (DPK) pada bank umum yang ada di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) tumbuh positif di atas 5 persen pada triwulan II tahun 2026.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulutgo mencatat, sepanjang triwulanpada II-2026, DPK sektor perbankan di Provinsi Sulawesi Utara meningkat sebesar 8,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY).
“Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan terutama di Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo,” ujar Kepala OJK Sulutgo, Robert Sianipar, Kamis (25/6/2026).
Data OJK Sulutgo mencatat total DPK bank umum Sulut sebesar 33,79 triiliun, terdiri dari giro 5,79 T; tabungan 20,10 T; dan deposito 7,90 T.
Komposisi DPK bank umum masih didominasi tabungan sebesar 60 persen, deposito 23 persen, giro 17 persen.
Menurut Robert, struktur DPK bank umum Sulut yang didominasi tabungan menunjukkan bahwa basis dana murah yang relatif kuat dibandingkan struktur tabungan nasional yang sebesar 31 persen
“Porsigiro 17% dan deposito 23% mencerminkan struktur pendanaan yang relatif seimbang dan masih dapat ditingkatkan,” ungkap Robert.
Adapun DPK bank perkreditan rakyat (BPR) Sulut mengalami terkontraksi -0,31 persen secara YoY.
Total DPK BPR Sulut triwulan II-2026 mencapai 1,75 T; dengan komposisi deposito 1,40 T atau 80 persen dari total DPK, dan tabungan 352,04 miliar atau 20 persen dari total DPK.
Robert bilang, porsi tabungan BPR Sulut relatif lebih kecil dibandingkan struktur tabungan BPR Nasional sebesar 31 persen. “Hal ini menandakan ruang peningkatan dana murah atau tabungan pada BPR Sulut masih terbuka,” jelasnya.
“Penyaluran kredit perlu dilakukan untuk menjaga NIM atas dana mahal pada DPK, namun harus dilakukan secara selektif dan seimbang dengan pertumbuhan DPK untuk menjaga likuiditas BPR,” kata Robert menambahkan.(ian)






