KORANMETRO.COM- Ratusan Pedagang ikan Pasar Bersehati Manado, ramai-ramai menggelar aksi mogok, pada Senin (27/7/2026) kemarin.
Aksi para pedagang dipicu pemasangan pagar pembatas di area hanggar ikan basah. Area hangar ikan terpantau lengang tanpa aktivitas jual beli.
“Kami minta semua pagar pembatas cabut. Kemudian juga minta Perumda tambah izin soal cold box ikan karena saat ini cuma 2 yang diijinkan di lapak,” ungkap Risno Tadulo, Risno Tadulo, Ketua Forum Perkumpulan Persaudaraan Pedagang Pasar Tradisional Kota Manado.
Kata Risno, pemasangan pagar pembatas harusnya dengan sepengetahuan pedagang.
“Mereka pasang malam-malam tanpa sepengatahuan kami. Mestinya ada surat edaran ke pedagang atau panggil kami musyawarah,” ungkap Risno.
Menanggapi hal ini, pihak Perumda Pasar Manado, melalui Direktur Keuangan, Irving Biki, menjelaskan bahwa pagar pembatas pernah dipasang namun terbakar, sehingga Perumda Pasar sepakat dengan pedagang, pagar pembatas dicabut dengan syarat pedagang tidak berjualan di luar area hangar ikan.
“Komitmen waktu itu dengan pedagang ikan, pagar kami bongkar tetapi mereka, tidak berjualan di luar hangar. Tapi ternyata komitmen itu dilanggar. Sehingga berapa kali ini kami lakukan pendekatan untuk supaya kembali lagi ini ke lapak,” ujar Irving.
Ia menjelaskan, pagar pembatas memang sengaja di pasang malam hari karena tidak ada aktivitas pasar.
“Kalau siang kondisi di lapangan tidak memungkinkan untuk dilakukan pemagaran. Sehingga dilakukan pemagaran malam hari,” jelas Irving.(ian)





