InJourney Airports Tingkatkan Kualitas Kesehatan dan Pemulihan Gizi Warga Sekitar Bandara Samrat

KORANMETRO.COM- InJourney Airports menghadirkan program InJourney Airports Sehat dan InJourney Airports Pangan Berdaya, yang berlangsung sepanjang tahun 2026.

Kedua program tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi berkelanjutan perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta pemenuhan gizi anak-anak di wilayah Manado dan Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara.

Bacaan Lainnya

Program InJourney Airports Sehat diwujudkan melalui pelayanan pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat di enam posyandu desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Talawaan, Minut.

Adapun program InJourney Airports Pangan Berdaya, berupa pemberian bantuan makanan pemulihan gizi kepada balita yang mengalami masalah gizi, termasuk balita stunting dan balita yang berisiko mengalami stunting.

Program pemulihan gizi tersebut dilaksanakan selama 90 hari berturut-turut atau tiga bulan.

Program InJourney Airports Pangan Berdaya menyasar sebanyak 27 anak, yang terdiri dari 15 anak di wilayah Kecamatan Mapanget dan Kecamatan Singkil, Kota Manado; serta 12 anak di wilayah Kecamatan Wori dan Kecamatan Talawaan, Minut.

Penentuan penerima manfaat dilakukan berdasarkan data dan kebutuhan masyarakat melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.

Untuk wilayah Kabupaten Minahasa Utara, data penerima manfaat bersumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara, sedangkan untuk wilayah Kota Manado diperoleh melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Manado.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, mengatakan program TJSL bukan semata-mata penyaluran bantuan perusahaan, tetapi merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab perusahaan untuk dapat terus tumbuh bersama masyarakat.

“Kami berharap program yang berlangsung selama 90 hari ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi para penerima manfaat, khususnya anak-anak yang membutuhkan dukungan pemulihan gizi dan keluarga yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan,” kata Purwoko.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan