Dampak Asap Karhulta, Indeks Paparan SPM Minut Naik Jadi 133 Mikrogram

KORANMETRO.COM- BMKG mendeteksi paparan Suspended Particulated Matter (SPM) terhadap kualitas udara di Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut).

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sulut, Muhammad Candra Buana, mengatakan Suspended Particulated Matter (SPM) kualitas udara di Minahasa Utara sebesar 133.62 mikrongram.

Bacaan Lainnya

“Ini masuk kategori sedang. Kondisi saat ini berbeda dengan jika dibandingkan dengan pengamatan sebelum kemarau. Ketika itu SPM rata-rata kurang dari 100,” ungkap Candra.

Suspended Particulate Matter adalah total partikel tersuspensi di udara ambien, yang terdiri dari partikel padat atau tetesan cair seperti debu, asap, jelaga, dan aerosol.

SPM dapat berdampak ke kesehatan, mengiritasi mata, hidung, dan tenggorokan; menimbulkan batuk, bersin, bahkan sesak napas.

Dijelaskan Candra, terkait kondisi langit di wilayah Sulawesi Utara yang tampak berkabut dalam beberapa hari terakhir, berdasarkan hasil pemantauan dinamika atmosfer dan citra satelit penginderaan jauh, fenomena tersebut merupakan fenomena kabut asap kiriman lintas wilayah.

“Dari analisis pola pergerakan angin dan sebaran asap satelit, massa udara membawa partikel asap tipis dari aktivitas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Kalimantan, serta wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya. Asap terbawa oleh angin pada lapisan atmosfer menengah-atas menuju ke arah wilayah Sulawesi Utara,” ujar Candra.

Terkait potensi Karhutla di Sulut sendiri, pantauan titik panas atau hotspot lokal tetap terus dilakukan secara intensif. “Namun, kenampakan kabut tipis melayang yang merata di langit Sulut saat ini dominan dipengaruhi oleh sebaran asap kiriman wilayah tetangga tersebut,” ungkapnya.

Candra bilang, fenomena ini umumnya memengaruhi kejernihan langit dan dapat menurunkan jarak pandang horizontal secara berkala.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondisi kesehatan, serta dapat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan jika merasakan aroma asap atau ketidaknyamanan pada saluran pernapasan,” katanya.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan