FotoKORANMETRO.COM- Gunung Karangetang di Kepulauan Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, mengalami erupsi.
Data Badan Geologi, Kementerian ESDM mencatat, terjadi erupsi eksplosif kecil sebanyak 3 kali, dengan tinggi lontaran material pijar mencapai 300-400 meter.
Lontaran material pijar mengarah ke daerah selatan, barat daya, barat, dan barat laut dari puncak kawah Utara, sejauh 300-700 meter.
Kolom asap mencapai 700-1000 meter condong ke arah selatan, barat laut, dan barat daya, diikuti erupsi efusif berupa guguran lava pijar.
“Guguran lava pijar terpantau mengarah ke Selatan mengalir ke arah pelana kawah utama dan kawah dua lalu berbelok ke arah barat daya dan barat,” ujar Vieko Rompas, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang.
Kata Vieko, suara gemuruh dan dentuman terdengar jelas sampai ke Pos Pengamatan Gunung Api.
Noise angin.
“Masyarakat dan pengunjung wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 kilometer dari puncak kawah utara dan kawah utama serta area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2,5 kilometer,” ungkapnya.
Warga diminta mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama kesektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.
“Bagi yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai,” ujar Vieko.(ian)






