METRO, Bitung- Bitung telah belasan kali meraih Piala Adipura. Meski begitu, masalah persampahan di kota ini tak berarti selesai. Kebiasaan masyarakat yang belum mampu memilah jenis sampah jadi salah satu alasan.
Terkait hal ini, Wakil Walikota Bitung Maurits Mantiri angkat bicara. Kepada wartawan saat bersua Senin (01/02) kemarin ia menyampaikan harapannya.
“Harapan sekaligus imbauan saya adalah peningkatan peran serta masyarakat. Sebab dalam pengelolaan persampahan peran masyarakat itu sangat penting,” ujarnya di kompleks Kantor Walikota Bitung.
Maurits mengaku pernah mendapat pelajaran mengenai hal itu. Ia melihat langsung bagaimana kesadaran masyarakat di negara lain dalam urusan persampahan.
“Di luar negeri, di Jerman, mereka sangat tertib sewaktu membuang sampah. Sampah organik ditaruh di tempat sampah khusus organik, dan yang non organik di taruh pada tempatnya. Ini sangat penting karena berdampak pada pengelolaan dan pemanfaatan sampah,” tuturnya.
Pemilahan dalam pembuangan sampah punya peran besar dalam menjaga kesehatan lingkungan. Sudah begitu, sedikit banyak juga punya pengaruh terhadap urusan berbau ekonomis.
“Kalau pemilahannya sesuai kita bisa memanfaafkan sampah. Kan ada yang bisa dijadikan pupuk organik dan ada juga yang diolah untuk daur ulang. Kalau itu jalan pasti manfaatnya terasa,” katanya.
Maurits pun mengaku akan memperhatikan perihal ini. Ia berjanji kedepan akan meningkatkan peran masyarakat guna mendapatkan hal positif dalam urusan persampahan.
“Harus, kedepan masyarakat akan didorong untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mereka. Kita akan siapkan cara untuk bisa menyadarkan agar urusan sampah ini jadi lebih baik,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Bitung, Sadat Minabari, mendukung penuh hal di atas. Ia menyatakan upaya mendorong pemahaman masyarakat pasti jadi prioritas.
“Apa yang disampaikan Pak Wakil sangat benar. Kita akan susun planning untuk melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah,” ucapnya.(69)






