Bitung canangkan pemberian vaksin Covid-19
METRO, Bitung- Vaksinasi Covid-19 di Bitung resmi dicanangkan Senin (01/02) kemarin. Pencanangan ditandai dengan pemberian vaksin kepada Very Important Person atau VIP, serta beberapa orang yang dipilih secara acak.
Pelaksanaan vaksinasi diawali dengan pembukaan oleh Walikota Bitung Max Lomban. Ia hanya menyampaikan sambutan singkat dalam kegiatan yang digelar di Tribun Upacara Kantor Walikota itu. Setelahnya, kegiatan vaksinasi langsung dimulai.
Lomban jadi orang pertama yang mengikuti tahapan pemberian vaksin. Setelah dia ada Wakil Walikota Maurits Mantiri, lalu Sekretaris Kota Audy Pangemanan, selanjutnya Kapolres AKBP Winardi Prabowo, serta Dandim Letkol Inf Benny Lesmana.
Sayangnya, tak satupun dari lima figur ini yang dinyatakan bisa divaksin. Kelimanya dianggap tak layak karena beberapa alasan. Lomban misalnya, ia tak bisa divaksin karena sudah melewati batasan umur untuk Vaksin Sinovac. Lomban sudah berusia 64 tahun, sementara Vaksin Sinovac hanya diperbolehkan untuk umur 18-59 tahun.
Lain lagi dengan Maurits. Ia tak bisa divaksin karena saat diskrining yang bersangkutan sedang menderita pilek. Alhasil, pemberian vaksin bagi Walikota terpilih ini harus ditunda. Hal berbeda juga dialami Kapolres. Ia tak divaksin karena dalam waktu dekat yang bersangkutan akan pindah tugas.
Menariknya, Dandim yang sempat tak lolos skrining ternyata bisa ikut divaksin. Ia dinyatakan layak karena dalam pemeriksaan tekanan darah yang ketiga bisa memenuhi syarat. Begitu juga dengan pengecekan riwayat kesehatan, ia lolos dan dianggap tak bermasalah.
Total orang yang divaksin kemarin ada tujuh orang. Selain Dandim, ada juga Wakapolres Kompol Prevly Tampanguma, serta Kabag Ops Kompol Eddy Saputra. Empat lainnya terdiri dari satu orang perwakilan Danyonmarhanlan VIII Bitung, satu orang perwakilan jurnalis, serta dua orang perwakilan tenaga kesehatan.
Walikota dalam penjelasannya mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menganggap vaksinasi di Bitung akan memperkuat upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Karenanya, ia yakin kegiatan itu akan membawa dampak yang positif.
“Dan kita menargetkan April nanti masyarakat luas sudah divaksin. Makanya sekarang kita fokus dulu untuk tenaga kesehatan,” ucapnya.
Wakil Walikota juga turut berbicara perihal ini. Ia menyinggung soal penerapan protokol kesehatan. Dikatakannya, meski pelaksanaan vaksinasi sudah berjalan, warga wajib disiplin mematuhi anjuran pemerintah.
“Protokol kesehatan tetap harus dijalankan. Vaksin adalah upaya lain dalam memutus mata rantai penularan, sementara protokol sebagai jurus utama. Jadi diharapkan masyarakat harus tetap disiplin memakai masker, rajin mencuci tangan, dan tetap menjaga jarak,” pintanya.
Hal yang kurang lebih sama disampaikan Dandim. Selain mengaku bersyukur telah menjalani vaksin, ia mengingatkan soal protokol kesehatan.
“Dan kita akan terus melaksanakan pengamanan dalam rangka penerapan protokol kesehatan. Kalau ada yang melanggar pasti kita ambil tindakan,” ucapnya.
Pemberian vaksin ini merupakan tahap pertama dari rangkaian program tersebut. Dan dalam kesempatan ini tenaga kesehatan mendapatkan prioritas. Sementara, untuk figur-figur yang kemarin telah divaksin akan kembali melakoni hal serupa. Dua pekan dari sekarang mereka akan kembali disuntik untuk dosis kedua.
Adapun untuk vaksinasi bagi tenaga kesehatan akan mulai bergulir hari ini. Penyuntikan dilaksanakan di seluruh Puskesmas serta tiga rumah sakit yang ada, yakni RSUD Bitung, RSU Budi Mulia, serta RSAL Wahyu Selamet.(69)






