Meski Zona Kuning, Bolmong Diterapkan PPKM Level 4

Ilustrasi- Polisi mendatangi salah satu rumah makan untuk mensosialisasikan kebijakan PPKM.(ist)
Ilustrasi- Polisi mendatangi salah satu rumah makan untuk mensosialisasikan kebijakan PPKM.(ist)

METRO, Lolak- Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan, baru saja mengumumkan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) sebagai salah satu daerah yang masuk PPKM Level 4 di Indonesia.

Penetapan ini sedikit mengejutkan, mengingat pembagian zonasi Covid-19 di Sulut, wilayah Kabupaten Bolmong masih berstatus zona kuning.

Bacaan Lainnya

Olehnya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmong, dr Erman Paputungan, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Yusuf Detu, pun memberikan pendapatnya terkait penetapan level 4 tersebut.

Dikatakan Detu, memang ada beberapa penentuan PPKM level 4. Salah satunya adalah kapasitas respon kesehatan yang di wilayah. “Namanya kapasitas respon wilayah,” imbuhnya.

Salah satunya kata Yusuf Detu, yakni positif read, yang artinya testing dengan mempertimbangkan rasio testing. Sementara kata Detu, untuk Kabupaten Bolmong, capaian rasio testing sangatlah rendah.

“Termasuk testing ke warga yang kontak erat dan suspek, juga masih sangat rendah,” terang Detu.

Nah, dari kategori ini, kemudian akan ditentukan level mana untuk dilakukan penerapan PPKM.

“Jadi karena testing kita rendah, maka pemerintah menerapkan PPKM level 4,” tegasnya.

Detu pun menambahkan jika kurangnya testing dan tracing ini mengakibatkan angka positif read di Bolmong juga tinggi. “Sampai sekarang Bolmong masih zona kuning, tapi perhitungan positif readnya masih tinggi,” ujarnya.

Yusuf menuturkan jika salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya logistik beberapa waktu lalu. “Iya, beberapa waktu lalu kita memang kekurangan logistik tapi Alhamdulillah sekarang sudah ada,” aku dia.

Saat ini menurutnya, pihak Dinkes Bolmong terus melakukan testing dan tracing terhadap kontak erat maupun suspek. “PPKM tetap kita berlakukan. Tapi testing dan tracing juga akan gencar dilakukan,” tutur Detu.(48)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan