METRO, Manado- Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penduduk miskin di Provinsi Sulawesi Utara pada bulan September 2021 mencapai 186,55 ribu orang. Jika dibandingkan dengan Maret 2021, jumlah penduduk miskin juga menurun sebanyak 9,8 ribu orang. Persentase penduduk miskin pada September 2021 tercatat sebesar 7,36 persen, menurun 0,41 persen poin terhadap Maret 2021 dan menurun 0,42 persen poin terhadap September 2020.
Kepala BPS Sulut, Asim Saputra mengatakan, secara umum, pada periode September 2014 hingga September 2021, tingkat kemiskinan di Sulut mengalami penurunan dari sisi jumlah maupun persentase, perkecualian pada September 2013, Maret 2015, Maret 2020, dan September 2020.
“Kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode Maret 2015 dan September 2015 dipicu oleh kenaikan harga barang kebutuhan pokok sebagai akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak. Sementara itu, kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode Maret 2020 dan September 2020 disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia,” kata Asim, saat menyampaikan data profil kemiskinan
Provinsi Sulawesi Utara, lewat streaming youtube, Senin (18/01).
Dari data yang diperoleh METRO, diketahui bahwa beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Sulawesi Utara slama periode Maret 2021 hingga September 2021 antara lain adalah kasus Covid-19 harian yang mulai turun kembali pada September 2021, ekonomi Indonesia yang mengalami pertumbuhan 3,15 persen di triwulan III-2021, pengeluaran konsumsi rumah tangga yang tumbuh 3,51 persen pada triwulan III 2021.
“Selama periode Maret 2021–September 2021, angka inflasi umum tercatat sebesar 0,54 persen. Selain itu pada Agustus 2021, persentase pekerja setengah penganggur sebesar 8,80 persen, menurun 1,13 dari Februari 2021 dan menurun sebesar 2,25 persen poin dari Agustus 2020,” ujar Asim.
Nilai tukar petani (NTP) pada September 2021 sebesar 109,43 yang lebih tinggi dibanding NTP Maret 2021, menurut Asim turut berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Sulut. “Indeks upah buruh pertanian mengalami kenaikan sebesar 1,16 persen, yaitu dari 108,19 pada Maret 2021 menjadi 109,35 pada September 2021,” terangnya.
Lebih jauh Asim mengungkapkan, di Pulau Sulawesi persentase penduduk miskin terbesar berada di wilayah Provinsi Gorontalo, sebesar 15,41 persen. Sementara persentase penduduk miskin terendah berada di Provinsi Sulawesi Utara, yaitu sebesar 7,36 persen.
“Dari sisi jumlah, sebagian besar penduduk miskin masih berada di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 765,46 ribu orang, sedangkan jumlah penduduk miskin terendah berada di Provinsi Sulawesi Barat 165,99 ribu orang,” pungkas Asim.(71)






