Bitung Miliki Sistem Budidaya Ikan Bioflok

Walikota Bitung Maurits Mantiri meresmikan sarana budidaya ikan bioflok yang berlokasi di kompleks Sentra UKM Sagerat.(ist)

METRO, Bitung- Pemkot Bitung melalui Dinas Perdagangan serta Dinas Kelautan dan Perikanan menghadirkan sarana budidaya ikan bioflok. Kehadiran sarana tersebut dalam rangka meningkatkan produksi perikanan, khususnya perikanan budidaya.

Sarana budidaya ikan bioflok dibangun di kompleks Sentra UKM, Kelurahan Sagerat, Kecamatan Matuari. Operasional sarana itu telah diresmikan Walikota Bitung Maurits Mantiri pada Rabu (11/05) kemarin.

Bacaan Lainnya

Disadur dari berbagai sumber, bioflok adalah salah satu teknologi budidaya ikan yang kini sedang populer. Sistem ini biasanya menggunakan tambak atau kolam kecil dengan ukuran diameter 3 m.

Dalam prakteknya, sistem ini mengandalkan pasokan oksigen yang cukup serta mikroorganisme yang dihasilkan benih ikan yang dibudidayakan. Dan untuk sistem bioflok di Sagerat benih ikan yang dipakai adalah Nila.

Walikota Maurits Mantiri saat meresmikan sarana itu memberikan apresiasinya. Ia menilai kehadiran sistem bioflok ini sebagai langkah terobosan yang penting.
“Ini contoh yang bagus dari kerja kolaborasi yang saya maksudkan. Dinas Perdagangan yang bangun sarananya, Dinas Kelautan dan Perikanan yang menyiapkan benih ikan untuk dibudidayakan. Dan kehadiran bioflok ini sangat bagus karena bisa berdampak pada peningkatan produksi ikan,” paparnya.

Maurits yakin kehadiran sarana bioflok dimaksud akan membantu kesejahteraan masyarakat yang jadi pelaku budidaya ikan. Sepanjang dikelola dengan baik, ia sangat optimis dengan hal itu.
“Kegiatan seperti ini bertujuan mendukung pembangunan ekonomi masyarakat dan daerah. Karena itu saya harap sarana ini dimanfaatkan dengan baik agar hasilnya bisa kelihatan. Hasilnya bisa kita nikmati bersama dengan rasa syukur,” tuturnya.

Sementara itu, Sadat Minabari selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan berpendapat yang sama dengan Maurits. Ia menyatakan salah satu keunggulan teknologi bioflok adalah meningkatkan produksi.
“Dan juga lebih ramah lingkungan. Sebab limbah yang dihasilkan bisa dijadikan mikroorganisme untuk kemudian dipakai sebagai pakan,” terangnya.

Sadat pun memastikan akan mendukung penuh operasional sarana tersebut lewat tupoksi yang melekat. Pihaknya akan dengan senang hati menyiapkan benih dan pakan bagi pelaku budidaya yang mengelola sarana dimaksud.
“Ini bioflok pertama yang dibangun pemerintah, jadi pengelolaannya harus bagus,” pungkasnya.(69)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan