KORANMETRO.COM- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Ekonomi Sulawesi Utara (Sulut), tumbuh sebesar 5,64 persen pada triwulan II-2025, dibandingkan triwulan II-2024.
Kepala BPS Sulut, Aidil Adha, menjelaskan pertumbuhan ekonomi Sulut menunjukkan tren penguatan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik yang tetap kuat, sehingga mampu tumbuh 5,64 persen,” ungkap Aidil, Selasa (5/8/2025).
Sepanjang triwulan II-2025, beberapa lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan diantaranya jasa kesehatan dan kegiatan sosial; industri pengolahan, serta real estat.
Lapangan-lapangan usaha ini mencatatkan pertumbuhan nilai tambah tertinggi dan berkontribusi pada penciptaan sumber pertumbuhan utama ekonomi Sulut.
Pertumbuhan impresif pada lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, perbaikan kualitas dan jumlah fasilitas layanan, serta perluasan program pemeriksaan kesehatan.
“Penguatan sektor ini ditopang oleh peningkatan jumlah pasien baik rawat jalan dan rawat inap, serta peningkatan belanja honorarium, lembur, tunjangan khusus dan belanja pegawai transito di institusi kesehatan,” ungkapnya.
Pertumbuhan lapangan usaha industri pengolahan terutama didukung oleh meningkatnya produksi pada subsektor industri kertas dan percetakan, barang galian bukan logam, serta makanan dan minuman.
Kinerja subsektor ini menguat seiring naiknya permintaan produk olahan kertas untuk kemasan, produk turunan kelapa dan hasil perikanan, serta peningkatan produksi sementara untuk proyek infrastruktur.
Lapangan usaha real estat turut mencatat akselerasi pertumbuhan, yang ditopang oleh meningkatnya penyaluran kredit properti, yang memperluas akses masyarakat terhadap rumah baru.
Selain itu, naiknya jumlah unit rumah yang terjual atau tersewa dan pendapatan perusahaan real estat, terutama di wilayah perkotaan, turut mendorong pertumbuhan sektor ini dibandingkan tahun lalu.
BPS Sulut mencatat beberapa fenomena yang mempengaruhi kondisi perekonomian Sulut di triwulan II-2025.
Aktivitas Produksi Menguat.
Lapangan usaha pertanian mencatat pertumbuhan yang masih berlanjut, terutama ditopang oleh peternakan, perkebunan, dan perikanan.
Produksi peternakan, khususnya daging ayam, sapi, dan babi, meningkat, seiring, tingginya permintaan masyarakat, sedangkan produksiproduksi perkebunan terus tumbuh akibat tren kenaikan harga di pasar global.
Penjualan listrik pada segmen industri dan bisnis persisten meningkat masing-masing sebesar 9,78 persen dan 7,88 persen.
Penyaluran kredit menurut sektor ekonomi secara total naik pada kisaran 4 persen.
Neraca perdagangan luar negeri surplus sebesar US$ 256,58 juta atau naik sebesar 65,53 persen secara year on year.
Beban klaim jaminan kesehatan dan Ketenagakerjaan meningkat 4,75 persen.
Mobilitas Masyarakat Meningkat. Peningkatan mobilitas penduduk selama hari besar keagamaan seperti Idulfitri, wafat Isa Al Masih, dan Waisak,
Jumlah penumpang di seluruh moda
transportasi mengalami peningkatan
pada Triwulan II-2025.
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara Triwulan II-2025 tumbuh sebesar 14,19 persen.
Konsumsi Masyarakat Terjaga.
Kredit konsumsi meningkat sebesar
7,67 persen. Tingkat inflasi Provinsi
Sulawesi Utara masih stabil di kisaran
target 3,00 ± 1,00 persen.(ian)







