Harga Cabai Hingga Emas Dorong Inflasi Sulut pada Februari 2026 Jadi 1,02 Persen

Pedagang rica di Pasar Bersehati Manado.

KORANMETRO.COM- Harga sejumlah komoditas di Sulawesi Utara (Sulut) mengalami kenaikan pada bulan Februari 2026.

Kondisi ini menyebabkan tingkat inflasi month-to-month (Bulanan) Sulut naik dari 0,067 persen pada Januari, menjadi 1,02 persen di bulan Februari.

Bacaan Lainnya

“Perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2026 secara umum menunjukkan adanya peningkatan,” ujar Agus Sudibyo, Kepala BPS Sulut.

Inflasi Februari 2026 didorong oleh kenaikan indeks pada 5 komoditas utama yaitu cabai rawit, daun bawang, emas perhiasan, tomat, dan mobil.

Sedangkan komoditas yang menahan inflasi antara lain bawang merah, daging babi, beras, ikan deho, ikan tude, shampo, bensin, telur ayam ras, dan ikan cakalang.

Dijelaskan Agus, pada Februari 2026, harga komoditas cabai rawit mengalami kenaikan akibat berkurangnya pasokan dari Gorontalo yang disebabkan oleh berakhirnya musim panen. Sedangkan kenaikan pada harga daun bawang disebabkan terbatasnya pasokan karena belum memasuki masa panen.

“Harga komoditas emas perhiasan terus mengalami kenaikan karena mengikuti pergerakan harga emas global yang mencapai US$ 5.100 per troy ounce pada bulan Februari 2026,” ungkap Agus.

Katanya, tingkat inflasi tertinggi terjadi di Minahasa Selatan sebesar 0,51 persen, dan inflasi terendah terjadi di Kota Manado sebesar 0,75 persen.

“Tingkat inflasi m-to-m tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 1,50 persen, dengan komoditas cabai rawit sebagai pendorong inflasi terbesar,” kata Agus.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan