KORANMETRO.COM- Sejumlah wilayah di Sulawesi Utara, dilanda suhu panas dalam beberapa hari terakhir.
Suhu udara di siang hari terasa lebih panas dari biasanya. Di beberapa wilayah suhu udara maksimum bahkan mencapai 35 derajat celsius.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Sulawesi Utara, Aris Yunatas, SP., MP, membenarkan hal ini.
Dijelaskan Aris, suhu panas disebabkan posisi matahari yang saat ini berada tepat di atas wilayah Sulut sehingga masyarakat merasakan dampaknya.
“Itu adalah dampak dari gerak semu matahari. Saya kira ini wajar karena sirkulasi proses pergerakan matahari memang tiap tahun begitu, bergerak dari belahan bumi selatan ke utara,” ungkap Aris, Senin (30/3/2026).
Aris bilang, kondisi ini menyebabkan terjadinya monsun Australia dan monsun Asia, atau musim hujan dan musim kemarau.
Menurut Aris, alat ukur BMKG menunjukan suhu rata-rata beberapa wilayah di Sulut berkisar 35-36 derajat celsius.
“Perlu juga diantisipasi oleh pemerintah dan masyarakat. Artinya, dengan suhu yang panas, saya kira ini mempengaruhi kondisi wilayah dan kondisi kesehatan juga. Ini yang perlu kita jaga sebenarnya,” kata Aris.(ian)






