Harga Sapi di Manado Naik Jelang Iduladha, Paling Murah Rp16 Jutaan

KORANMETRO.COM- Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga sapi di Kota Manado, Sulawesi Utara, mulai bergerak naik.

Harga di tingkat peternak dan pedagang sapi, mulai naik sejak awal Mei. Harga termurah kini berkisar Rp16.000.000 per ekor, tergantung jenis dan ukuran.

Bacaan Lainnya

Sapi bali berkisar Rp16.000.000-Rp24.000.000. Sedangkan sapi peranakan ongole (PO) Rp17.000.000-Rp33.000.000 juta.

“Sekarang lebih mahal. Tahun lalu 14 juta masih dapat sapi. Sekarang pasarannya minimal 16 juta. Karena kita beli juga lebih mahal sekarang, jauh sekali perbandingannya,” ujar Joko Sugianto, pedagang sapi di area Mapanget, saat ditemui pada Rabu (13/5/2026) siang.

Adapun harga sapi impor jenis limosin dan simental masih relatif stabil di kisaran Rp30.000.000-Rp100.000.000.

“Yang istilahnya ‘grand prize’ pasarannya 100 juta, ada yang 90 jutaan. Kalau untuk yang kelas-kelasnya potong pribadi paling 30-40 jutaan,” ungkap Sugianto, yang biasa disapa Sugi.

Meski harga naik, Sugi optimis pasaran sapi lebi baik dari tahun lalu. Pasalnya dua pekan menjelang Iduladha, permintaan hewan kurban meningkat.

“Sudah mulai banyak permintaan dari masjid, perkantoran, dan orang-orang proyek,” ucapnya.

Sugi mengaku, sapi miliknya sudah laku 50 ekor. “Kalau yang permintaan mungkin masih sekitar ada 60 ekor,” ucapnya.

Sapi lokal paling banyak dicari pembeli. Khususnya dari jenis sapi bali, dan sumba. Sedangkan sapi impor jenis limosin dan simental biasanya disiapkan untuk sapi bantuan.

“Sapi Bali yang paling banyak. Di peternakan kita lengkap, ada PO, bali, sumba, limosin, ada semua,” kata Sugi.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan