Layani 361 Pasien, 165 Tenaga Kesehatan Terlibat dalam Baksos Gratis Paroki Bunda Teresa – GPI

Pelayanan pemeriksaan laboratorium pada baksos di Paroki Bunda Teresa Calcutta - GPI.

KORANMETRO.COM – Semangat melayani dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat diwujudkan Paroki Bunda Teresa Calcutta – Griya Paniki Indah (GPI) melalui bakti sosial (baksos) pemeriksaan dan pengobatan gratis dalam rangka Pesta Pelindung Paroki tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 25 Agustus 2026, di Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI tersebut melibatkan sebanyak 165 tenaga kesehatan dan melayani ratusan pasien dari umat maupun masyarakat sekitar.

Bacaan Lainnya

Baksos diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Pastor Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI, Pst. Fransiscus Antonio Runtu, Pr. Setelah misa, pelayanan kesehatan dilanjutkan dengan pembukaan berbagai fasilitas pemeriksaan.

Tahun ini, panitia menyediakan 12 klinik pemeriksaan, empat layanan pemeriksaan laboratorium, apotek, serta penyuluhan kesehatan. Beragam layanan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma.

Data pelayanan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat. Sejumlah layanan yang tersedia antara lain klinik kebidanan dan kandungan sebanyak 18 pasien, penyakit dalam 79 pasien, psikiatri dan psikologi 20 pasien, kulit dan kelamin 20 pasien, saraf 22 pasien, anak 55 pasien, pemeriksaan IVA 14 pasien, mata 246 pasien, rehabilitasi medik 41 pasien, serta bedah 20 pasien.

Sementara itu, layanan kesehatan gigi tercatat melayani 175 pasien, sedangkan sebanyak 213 pasien mendapatkan pelayanan pengambilan obat di apotek.

Untuk pemeriksaan laboratorium, Laboratorium Pramita melayani 43 pasien, Laboratorium RS Budi Mulia 40 pasien, Laboratorium Kanaka 80 pasien, dan Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Manado sebanyak 201 pasien.

PIC kegiatan baksos pemeriksaan dan pengobatan gratis, dr. Anthonius Tumbol, M.Kes., bersama dr. Yuliana Malingkas, menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat dan masyarakat yang telah memanfaatkan pelayanan kesehatan tersebut.

Menurut dr. Tumbol, kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelayanan pastoral Gereja sekaligus sarana membangun kepedulian dan solidaritas di tengah masyarakat.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini yaitu bakti sosial pemeriksaan kesehatan merupakan implementasi konkret dari pelayanan pastoral. Kemudian melalui kegiatan ini diharapkan dapat membangun solidaritas dan subsidiaritas antarumat dan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, baksos pemeriksaan dan pengobatan gratis tersebut merupakan salah satu program kerja Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI dalam rangka Pesta Pelindung Paroki. Kegiatan serupa juga telah dilaksanakan sebelumnya dan tahun 2026 menjadi pelaksanaan yang kedua.

Pelaksanaan baksos ini terlaksana melalui kolaborasi Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI dengan Forum Dokter Katolik Keuskupan Manado dan berbagai institusi kesehatan, organisasi profesi, perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah daerah, laboratorium, serta sejumlah perusahaan produk kesehatan.

Di antaranya PT Ratna Timur Tumarendem yang mengikutsertakan RS Budi Mulia Bitung dan RS Hermana Lembean, RSUP Prof. R.D. Kandou, Fakultas Kedokteran Gigi Unsrat Manado, RS Ratumbuysang, RS Gigi dan Mulut, RS Mata Provinsi Sulut, RSUD Maria Walanda Maramis, RS Polri Karombasan, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Kesehatan Kota Manado, Laboratorium Kanaka Manado, Laboratorium Pramita Manado, Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Manado, Dinas Kesehatan Kota Bitung, Perdhaki Sulutteng, Puskesmas Girian, Siloam Hospital Manado, Fakultas Keperawatan Unika De La Salle Manado, Ikatan Dokter Gigi Muda Unsrat, Puskesmas Bengkol, serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Manado.

Pastor Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI, Pst. Fransiscus A. Runtu, Pr., mengatakan pelayanan kesehatan gratis tersebut merupakan salah satu bentuk nyata paroki dalam menghidupi spiritualitas pelindung paroki, Santa Bunda Teresa Calcutta.

Menurutnya, spiritualitas Bunda Teresa mendorong umat untuk hadir dan memberikan pelayanan kepada mereka yang membutuhkan, khususnya orang miskin, orang sakit, dan masyarakat yang berada di sekitar lingkungan paroki.

“Paroki Bunda Teresa Calcutta – GPI harus melaksanakan spiritualitas pelindungnya, yaitu membantu dan melayani orang miskin serta orang sakit di sekitar. Ini merupakan suatu tindakan yang sangat luar biasa untuk mengasihi dan mencintai sesama manusia,” ungkap Pst. Angki Runtu.

Melalui kegiatan tersebut, Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI tidak hanya menghadirkan pelayanan kesehatan, tetapi juga berupaya menerjemahkan semangat kasih dan kepedulian terhadap sesama ke dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.(RAR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan