oleh

Proyek Listrik Rumah Pengungsi di Kolongan Dipertanyakan

-Nusa Utara-50 views

METRO, Sangihe- Proyek pemasangan listrik di Kelurahan Kolongan dan beberapa kecamatan tepatnya di relokasi bencana tahun 2016 lalu, hingga kini belum juga selesai. Dimana proyek listrik  yang berbandrol kurang lebih Rp 600 jutaan untuk pemenuhan puluhan rumah direlokasi tersebut belum semuanya terealisasi.

Hal ini dikatakan Ketua LSM KPK Cabang Sangihe, Josie Darosa kepada harian ini, Selasa (28/8/2018). Dikatakannya, dari 60 rumah lebih yang akan mendapatkan jaringan listrik dari proyek tersebut, baru 11 yang direalisasikan.

“Proyek ini sudah sejak tahun 2016 lalu, dan ini sangat diimpikan oleh masyarakat yang terkena bencana. Tapi sangat disayangkan hingga saat ini belum semua terealisasi, dari 60 an rumah baru 11 yang sudah ada listrik,” ujar Darosa.

Lanjut dikatakannya, karena ini merupakan proyek milik Pemerintah Daerah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sehingga diminta untuk dipercepat.

“Kami mendesak supaya pihak BPBD segera mengambil langkah agar proyek ini dapat diselesaikan, apalagi ini proyek dari tahun 2016. Karena sebelumnya kami sudah melakukan kroscek dengan pihak PLN, menurut pihak PLN persoalannya hanya pada SLO, dan kalau berbicara SLO berarti pemasangan ini belum dibayar sementara proyek sudah lewat tahun. Kiranya ini harus ada perhatian serius jangan sampai berdampak dengan hukum,” tegasnya.

Terpisah Kepala BPBD Sangihe Rivo Pudihang melalui Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi, Erik Marentek mengatakan proyek tersebut saat ini terus dipacu. Diakui olehnya, jika pelaksanaan proyek pemasangan meteran listrik ke rumah pengungsi mengalami keterlambatan, itu akibat permasalahan lahan jaringan listrik ke lokasi perumahan pengungsi.

“Listrik yang ada di lokasi perumahan pengungsi di relokasi Lelepu dan Kolongan Mitung dan beberapa rumah di kecamatan- kecamatan yang terkena bencana sudah hampir selesai. Memang ada keterlambatan karena sambungan dari depan ada kesalahan lahan, sehingga belum bisa connect dan menunggu sampai selesai, kemudian untuk pemasangan ke rumah langsung dilakukan PLN,” jelas Marentek sembari menambahkan pihaknya terus berkoordinasi dengan PLN dan pihak penyedia jasa untuk kelancaran pemasangan meteran listrik ke rumah pengungsi. 

Penulis: Iwan Machmoed