oleh

Gas Elpiji Bersubsidi di Boltim Dinilai Belum Tepat Sasaran

-Totabuan-126 views

Gas elpiji 3 kg yang harusnya dinikmati masyarakat tak mampu

METRO, Boltim– Pendistribusian gas elpiji 3 Kilogram (Kg) di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dinilai belum tepat sasaran. Terindikasi, gas bersubsidi tersebut yang seharusnya dinikmati masyarakat kurang mampu, justru banyak digunakan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pengusaha, Pemilik rumah makan, wiraswasta dan lainnya. 

Seharusnya mereka menggunakan gas elpiji non subsidi 5 Kg. Hal ini disentil oleh salah satu tokoh masyarakat Boltim Irwanto Unonongo kepada METRO, Selasa (11/9/2018). 

Dia berharap, agar Pemerintah Kabupaten Boltim ikut proaktif untuk mengawasi para PNS agar tidak membeli atau menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi. 

Pun demikian, para pengusaha, pemilik rumah makan atau masyarakat berpenghasilan menengah keatas agar diawasi lebih ketat oleh PT Pertamina. 

Sehingga, alokasi tabung gas elpiji bersubsidi benar-benar tepat sasaran. Sayangnya, Kepala Bagian Sumber Daya Mineral (SDM) Pemkab Boltim Hasman Bahansubu,ST berkali-kali dihubungi via ponselnya tidak diangkat-angkat.

Sementara, menurut Asisten II Pemkab Boltim Dr. Sony Waroka saat dikonfirmasi mengatakan, dugaan penggunaan tabung gas elpiji bersubsidi digunakan oleh ASN memang sulit untuk diingkari. 

“Ini bukan kewenangan Pemda,” ujarnya. 

Namun, di sisi lain kata Sony, dia sering mendapati adanya penyaluran tabung gas elpiji bersubsidi di Boltim dari agen luar bukan untuk wilayah Boltim. 

“Kami mendapati di lapangan, banyak tabung gas elpiji bersubsidi masuk Boltim dari agen lain di luar Boltim. Fakta ini terlihat pada warna kepala tabung gas elpiji bersubsidi. Ada banyak warna. Misalkan untuk Boltim kepala tabung gas elpiji warna biru. Tapi ada juga warna merah. Berarti ada tabung gas elpiji dari pangkalan daerah lain di jual di Boltim,” bebernya.

Penulis: Erwin Winerungan

Komentar