oleh

Ini 10 Wakil Rakyat Kita yang Akan Terbang ke Swiss

-Politik-48 views

Kabag Umum Sekretariat DPRD Jackson Ruaw

METRO, Manado– Aktifitas perjanalan dinas para wakil rakyat kita di DPRD Sulut pada tahun anggaran 2018 ini sangat padat. Selain kunjungan ke berbagai daerah, mereka juga ikut merambah benua Eropa.

Jika beberapa waktu lalu sejumlah anggota dewan ramai-ramai ke Serbia, maka pada 26 September 2018 ini, sebanyak 10 legislator dijadwalkan akan ke Swiss.

Hal ini dibeberkan Sekretariat DPRD saat rapat pembahasan rencana kerja anggaran (RKA) APBD Perubahan 2018 bersama Komisi I bidang Pemerintahan dan Hukum, yang digelar di ruang rapat I, Kamis (13/9/2018).

“Ada undangan ke luar neger bagi 10 anggota dewan, yang dibagi dalam dua tim,” ujar Sekretaris DPRD Bartolomeus Mononutu SH.

Atas permintaan Komisi I, Kabag Umum Jackson Ruaw membacakan ke 10 nama anggota dewan yang akan berangkat.

“Tim I adalah Stefanus Vreeke Runtu, Marthen Manopo, Cindy Wurangian, Ferdinand Mangumbahang dan Teddy Kumaat. Tim II adalah Ferdinand Mewengkang, James Karinda, Boy Tumiwa, Eddyson Masengi dan Syenni Kalangi,” beber dia.

Diketahui, dari 10 nama ini, ada sejumlah anggota dewan yang baru kembali dari Serbia. Di antaranya Cindy Wurangian, Ferdinand Mangumbahang, Ferdinand Mewengkang dan Eddyson Masengi.

Anggota Komisi I Netty Agnes Pantouw pun angkat bicara. Ia mempertanyakan mengapa anggota dewan lain yang belum pernah melakukan perjalanan dinas ke luar negeri tidak diakomodir.

“Biarlah saya yang menyampaikan uneg-uneg dari teman-teman anggota dewan lainnya, yang mempertanyakan hal ini,” kata politisi Partai Demokrat itu.

Anggota Komisi I Jems Tuuk sendiri meminta Sekretariat DPRD membeberkan siapa-siapa saja anggota dewan yang sudah pernah melakukan perjalanan dinas ke luar negeri dan berapa realisasi anggaran yang telah digunakan oleh para anggota dewan. Sayangnya permintaan Tuuk tersebut tidak dibeber oleh pihak Sekretariat DPRD.

Kepada wartawan usai rapat, Sekretaris DPRD menyatakan bahwa wewenang untuk menujuk atau memilih anggota dewan yang akan ke luar negeri bukan berada di pihaknya.

“Kami hanya sebatas menerima undangan saja. Yang menentukan bukan wewenang kami,” ungkap dia.

Terkait undangan, Mononutu menyatakan bahwa keberangkatan 10 anggota dewan adalah berdasarkan undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Indonesia di Swiss dan Konjen Swiss di Makassar.

“Sekarang masih dalam tahap proses surat-surat izin,” singkat dia.

Penulis: Yinthze Lynvia Gunde

Komentar