oleh

Stasi Teresa GPI Rayakan Pesta Pelindung Penuh Kebersamaan

Penyerahan hadiah lomba bintang vokalia kategori Sekami.

METRO, Manado – Gereja Katolik Stasi Sta Teresa Dari Kalkuta, Griya Paniki Indah (GPI) merayakan pesta pelindung perdana dengan penuh kebersamaan, Minggu (16/09/2018).

Dalam misa kemarin, Pastor Benny Salombre Pr, dalam khotbahnya mengungkapkan sebenarnya pesta Sta Teresa dari Kalkuta yang menjadi pelindung gereja katolik GPI pada 5 September. Namun karena berbagai acara ditingkat Keuskupan, Kevikepan Manado dan Paroki Yesus Gembala Baik, Paniki sehingga perayaannya dilaksanakan kemarin.

“Gereja ini mengambil spiritualitas seperti Sta Teresa dari Kalkuta, hidup tidak akan berharga jika tidak bermanfaat bagi orang lain,” tutur Salombre.

Pastor kemudian memaparkan perjalanan hidup Agnes Gonxha Bojaxhiu yang lahir pada 26 Agustus 1910 masuk Biara Suster-suster Loreto di Irlandia dan mengganti nama menjadi Teresa. Selanjutnya Bunda Teresa mengabdi dan melayani di India. Bahkan keluar dari biara dan melayani orang miskin, kelaparan, sakit, sekarat di pinggir jalan. Pelayanan Bunda Teresa bersama suster-susternya kemudian menyebar hingga ke negara lain.
Pada tanggal 5 September 1997 Ibu Teresa meninggal dunia. Nah tanggal 5 September ini dirayakan sebagai perayaan Santa Teresa.

“Karena kekudusan dan karya-karyanya, Paus Yohanes Paulus II memberikan persetujuan untuk dimulainya proses kanonisasi. 19 Oktober 2003 Paus Yohanes Paulus II memaklumkan Ibu Teresa sebagai Baeta Teresa dari Calcutta. Selanjutnya, pada tanggal 4 September 2016, Paus Fransiskus mengkanonisasikannya sebagai Santa,” ungkap Salombre.
Ketua Stasi Sta Teresa dari Kalkuta GPI, Rommy Humukor dalam sambutannya mengungkapkan dalam merayakan pesta pelindung ini berbagai lomba dan kegiatan sudah digelar jauh-jauh hari sebelumnya. Lanjutnya stasi Sta Teresa dari Kalkuta GPi juga tak ketinggal ikut serta dalam berbagai kegiatan tingkat Kevikepan menjadi utusan Paroki Yesus Gembala Baik.
“Lomba-lomba ini semata dilakukan dalam kebersamaan untuk persatuan umat stasi,” pungkas Humokor.

Usai misa dilakukan jamuan kasih bersama yang juga dihadiri Pastor Paroki Yesus Gambala Baik Fredianko Samudia Pr, pejabat Pemprov Sulut mewakili Gubernur, para ketua stasi dan pengurus DPP Yesus Gembala Baik, serta ketua panitia Hengky Oey.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan hadiah lomba diantaranya Cerdas Cermat Alkitab, Senam Tarian Kreatif, Bintang Vokalia, Tari dan Gerak Sekami, mewarnai sekami dan lain-lain.

Penulis: Agust Randang

Komentar