oleh

Kota Palu (Masih) Lumpuh

METRO, Palu – Memasuki hari ketiga, Kota Palu yang terkena bencana gempa dan tsunami masih lumpuh. Masyarakat yang selamat dan berada di pengungsian maupun yang cedera berada dalam kondisi memprihatinkan.
Relawan asal Sulawesi Utara Joppie Worek yang berada di Kota Palu menuturkan, saat malam Palu praktis gelap gulita karena listrik yang masih padam.

“Palu masih gelap, relawan masih bertahan di lokasi kritis. Pengungsi bertahan di tenda pengungsian. Para korban luka dirawat di halaman rumah sakit di bawah tenda darurat dengan penerangan seadanya. Beberapa lokasi pengungsian nampak gelap,” tuturnya Senin (01/10/2018) pagi.

Tak lama setelah tiba di bandara Palu, lanjut Worek, pesawat Hercules yang ditumpanginya langsung diserbu ratusan warga yang ingin meninggalkan Palu.

“Bandara dipenuhi ribuan warga yang memaksa keluar dari Palu. Dua pesawat Hercules TNI AU diserbu ratusan pengungsi, sulit dikendalikan. Warga pengungsi lapar dan kehausan,” katanya.

Tim SAR, TNI, Polri dan relawan terlihat di sejumlah titik. Sementara Sirine ambulance tak henti terdengar melintasi jalan-jalan. “Pom bensin diserbu warga tanpa bayar. Toko-toko tidak ada yang buka, mini market diserbu warga,” katanya.

Kondisi Kota Palu yang masih memprihatinkan diakui Prsiden Joko Widodo, ketika berbincang langsung dengan warga.

“Jadi ini memang keadaan darurat karena jalan banyak yang terputus, bandara. Listrik dari 7 gardu baru yang hidup‎. (Suplai) BBM juga (terhambat karena) jalan tertutup,” kata Presiden di lokasi, Minggu (30/09/2018).

Terkait pasokan bahan bakar minyak (BBM), Presiden memperkirakan dalam dua hari akan sampai ke lokasi. Alat berat dari Mamuju, Gorontalo menurutnya juga sudah bergerak menuju lokasi bencana.
“Kita berdoa semoga lancar alat-alat berat sampai ke sini nanti malam‎,” lanjutnya.

Demikian juga terkait bahan pangan dan air yang terhambat. Presiden mengatakan hal ini dikarenakan kondisi bandara yang belum siap 100 persen untuk dipakai pesawat mendarat.

“Saya harap masyarakat sabar semua. Saya tahu banyak persoalan yang harus diselesaikan dalam waktu dekat, termasuk berkaitan dengan komunikasi,” ujarnya.

Di penghujung percakapan, Kepala Negara mengatakan dirinya akan terus mengikuti setiap perkembangan terkait penanganan pascabencana gempa dan tsunami ini.

“Ini akan terus saya ikuti, semua akan kembali. Setelah normal baru tahap rehabilitasi dan rekonstruksi rumah-rumah seperti ini‎,” tandasnya. (*)

Komentar