Akses Jalan Tertutup Lava, Kampung Batubulan Terisolir

Pemerintah dan kepolisian memantau situasi akibat guguran lava Gunung Karangetang.

METRO, Sitaro- Guguran lava Gunung Api Karangetang akhirnya mencapai ruas jalan menuju Kampung Batubulan, Senin (04/02/2019) sore tadi sekitar pukul 17.30 WITA. Alhasil, kampung yang didiami 411 penduduk itu terisolir karena akses jalan yang terputus.


Berdasarkan pantauan wartawan, sejak siang hari tepatnya pukul 13.00 WITA, guguran lava terus mendekat ke arah ruas jalan tepatnya di jembatan Kali Malebuhe. Nampak kepulan asap berwarna hitam pekat diselingi dentuman akibat guguran lava terus berlangsung hingga sore hari. Bahkan petugas keamanan dan wartawan yang sebelumnya bebas lalu lalang menuju area jembatan telah dilarang oleh Kapolres Kepulauan Sangihe dan Sitaro AKBP Sudung Napitu SIK.

Baca Juga :  Ini Prediksi Peraih 35 Kursi di DPRD Minahasa


Upaya evakuasi warga pun terpaksa dilakukan melalui jalur laut. Dengan menggunakan perahu karet, pihak BPBD Sitaro dibantu Tim Basarnas Kabupaten Kepulauan Sangihe perlahan mengangkut warga menuju Pelabuhan Pehe dan seterusnya dibawah ke kantor BPBD Kabupaten Sitaro. “Proses evakuasi awal sudah dilakukan. Besok (hari ini) akan dilanjutkan lagi dengan mengerahkan beberapa armada angkutan laut,” kata Bupati Kepulauan Sitaro, Evangelian Sasingen SE saat mengunjungi Posko Bencana Erupsi Karangetang di Kampung Kawahang.

Baca Juga :  Gubernur Minta Maaf


Menurut bupati, sembari menunggu proses evakuasi lanjutan, pemerintah daerah bersama jajaran terkait akan standby dilokasi pengungsian awal yakni kantor Kampung Batubulan. “Disana sudah ada petugas keamanan, medis dan beberapa pihak terkait lainnya. Intinya, pemerintah bersama jajaran tetap siaga mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi akibat peristiwa ini,” sambungnya.


Untuk bantuan, bupati menyebut sejak awal proses evakuasi, pemerintah daerah dalam hal ini BPBD dan Dinas Sosial termasuk PMI Sitaro telah mendistribusikan bantuan bagi para pengungsi. “Bantuan sudah disalurkan sejak hari Sabtu. Jadi petugas kami terus memantau perkembangan menhangkut kebutuhan warga dipengungsian. Ketika ada yang mendesak, langsung ditindaklanjuti,” ungkap bupati.

Baca Juga :  34 Sinode se Indonesia Utus Peserta ke Konas FKPKB XII


Sementara itu, proses pendataan warga yang telah dievakuasi terus dilakukan. Meskipun sebelumnya telah diperoleh angka 111 warga yang diungsikan, namun jajaran pemerintah daerah bersama pemerintah Kecamatan Siau Barat Utara terus merampungkan data terbaru. “Karena ada sebagian warga yang tercatat dalam data pengungsi, namun mereka memilih tinggal sementara di rumah keluarga dibeberapa wilayah. Tapi yang pasti, untuk jumlah tetap sesuai laporan awal,” sebut Camat Sibarut Chatrin Lukas. (Vih)

Bagikan sekarang...

Berita Terbaru