Olly Ancam Gunakan Kekuasaan Hadapi BNI Sulut

METRO, Manado– Polemik pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) oleh Pemerintahan Kabupaten/kota dari Bank Sulutgo ke Bank BNI terus bergulir. Gubernur Olly Dondokambey atas nama Pemerintah Propinsi (Pemprop) sebagai pemegang saham terbesar, memberikan penegasannya atas masalah ini.

Kepada wartawan yang mewawancarainya, usai menghadiri temu Forum Pemilu Damai di hotel Peninsula, Kamis (7/2/2019) sekitar pukul 17.30, Olly menegaskan bahwa ia akan menggunakan kekuasaannya terhadap BNI Sulut terkait RKUD ini.

Baca Juga :  Suami 'Penjual' Istri di Sangihe Diancam UU KDRT

“Satu hal, BNI sudah merusak ekonomi Sulut. Saya sebagai pemerintah tidak ingin ini terjadi. Tapi kalau BNI melakukan ini terus, saya akan menggunakan kekuasaan saya,” tegas Gubernur.

Sedangkan untuk daerah yang menarik RKUD dari Bank Sulutgo, Olly juga memberikan peringatan.

“Jika dengan sengaja, sengaja dengan tanda kutip ya, berarti dia (daerah kabupaten/kota, red) sudah melanggar undang-undang. Uang di Bank Sulut adalah uang negara,” kata Olly.

Baca Juga :  Pemasangan APK di Mitra Hanya Bisa di 7 Titik

Ia juga mengingatkan kabupaten/kota yang menarik RKUD dari Bank Sulutgo untuk jangan menghalang-halangi pembayaran kredit karyawan/ASN.

“Tidak puas (dengan pelayanan), pindah boleh. Karena Permenkeu (Peraturan Menteri Keuangan) jelas (bisa) menempatkan RKUD di seluruh bank yang ada. Tapi jika menghalang-halangi membayar kredit, ada pasal 33 KUHP,” tegas Olly lagi.

Masih menurut Olly, soal pelayanan ia yakin tidak ada masalah, karena deviden dan CSR disalurkan baik ke daerah-daerah pemegang saham.

Baca Juga :  Pulau Kawio Kini Miliki Lumbung Pangan

Terkait pergantian direksi, Gubernur mengatakan akan membicarakannya dengan pemegang saham.

“Soal itu akan dibicarakan dengan pemegang saham lainnya,” tandas Gubernur. (YSL)

Bagikan sekarang...

Berita Terbaru