Tomat Sayur Dorong Deflasi di Kota Manado

METRO, Manado- Kota Manado mengalami deflasi sebesar 0,69 persen atau terjadi penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari 134,36 pada bulan Februari 2019 menjadi 133,43 persen di bulan Maret 2019 sebesar -0,16 persen. Adapun komoditas yang memberikan sumbangan/andil terbesar terhadap deflasi Kota Manado adalah tomat sayur sebesar 0,6144 persen.

Hal diungkapkan Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara, Marthedy Tenggehi, dalam rilis data perkembangan indeks harga konsumen/inflasi Kota Manado bulan Maret 2019, Senin (01/4) kemarin.

Baca Juga :  Tingkatkan PAD, Bapenda Lakukan Kajian Retribusi Daerah

Dijelaskan Marthedy, selain tomat sayur komoditas yang memberikan sumbangan/andil terbesar terhadap deflasi Kota Manado adalah cakalang/sisik, tindarung, daun bawang, bawang merah, selar/tude, angkutan udara, gula pasir, biji nangka, dan telur ayam ras. “Deflasi Kota Manado pada bulan Maret 2019 disebabkan adanya penurunan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 3,85 persen,” ungkapnya.

Baca Juga :  Harga Kopra Anjlok, Alih Fungsi Lahan Kelapa Mengancam

Sementara itu, menurut Marthedy, komoditas yang memberikan sumbangan/andil inflasi terbesar adalah cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, minuman ringan, bawang putih, pemeliharaan/service, air kemasan, kopi bubuk, jeruk nipis/limau, pisang, dan kendaraan carter/rental.

Dia menambahkan, 11 kota IHK di pulau Sulawesi pada Maret 2019, tercatat 4 kota mengalami inflasi, 7 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi, kata Marthedy terjadi di Kota Makassar sebesar 0,28 persen, inflasi terendah terjadi di Kota Palopo sebesar 0,05 persen. “Deflasi tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 0,69 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Bau-bau sebesar 0,10 persen,” tandasnya.(71)

Bagikan sekarang...

Berita Terbaru