oleh

Tiga Terdakwa Tipikor Embung Wasian Divonis Hukuman Penjara

METRO, Tondano – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manado memvonis hukuman penjara terhadap tiga terdakwa Tipikor pembangunan Embung di Desa Wasian, Kecamatan Kakas Barat tahun 2015 silam. Pembacaan dan penetapan vonis terhadap para terdakwa dilakukan dalam sidang, Senin (27/05) kemarin oleh majelis Hakim yang dipimpin Arkanu SH MH selaku Ketua Majelis.
Ketiga terdakwa yang dijatuhi hukuman yakni RM alias Revly mantan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Minahasa. JT alias James sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) serta seorang Wanita berinisial TM alias Twin sebagai Direktur  PT GWT selaku pelaksana pekerjaan.
“Sudah divonis oleh majelis hakim,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Rakhmat Budiman SH MKn melalui Kasi Intel Noprianto Sihombing SH MH ketika dikonfirmasi.
Dijelaskan Sihombing, ketiga terdakwa dinyatakan terbukti melanggar pasal 2 ayat 1 Undang-undang Tipikor Juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 Kitab Undang Hukum Pidana (KUHP) seperti yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Oleh karena itu hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 200 juta dengan subsidier 2 bulan penjara.
“Untuk terdakwa Twin dikenakan tambahan hukuman uang pengganti sebesar 197 Juta. Jika terdakwa tak membayar maka akan disita hartanya,” tambah Parsaoran Simorangkir SH MH selaku JPU.
Keduanya pun mengatakan jika vonis hukuman penjara dari hakim lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa selama 5 tahun penjara.
“Vonis dijatuhkan berdasarkan pembuktian dalam pengadaan barang dan jasa tak sesuai aturan berlaku. Apalagi pelaksana pekerjaan tak sesuai dengan dalam kontrak,” tambah Sihombing.
JPU pun masih akan menimbang kembali putusan hakim itu, apakah akan dibanding atau tidak.
Sekedar diketahui sebelumnya JPU melayangkan tuntutan pidana penjara masing-masing selama 5 tahun dan denda Rp 75 Juta dengan subsidair selama 6 bulan kurungan badan terhadap para terdakwa. Bahkan khusus untuk terdakwa Twin diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp.197.954.197,03. jika tidak dibayar maka akan diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun.
Proyek pembangunan tahun 2015 lalu ini sebelumnya diusut Polres Minahasa atas dugaan tipikor. Besaran pekerjaan proyek itu sekitar Rp 1,9 miliar dengan kerugian negara sekitar Rp 200 juta.(cel)

Komentar