oleh

Nelayan Kombi Dikeroyok dan Ditikam

Para pelaku ketika diamankan

 

METRO, Tondano – Nasib sial dialami lelaki Ahmad Ria (24) warga Desa Lalumpe, Kecamatan Kombi. Pasalnya, lelaki yang kesehariannya sebagai nelayan ini menjadi korban pengeroyokan dan penikaman di ruas jalan Desa Atep Oki, Kecamatan Lembean Timur, Kamis (6/6/2019) sekitar pukul 23.30 Wita.
Ceritanya sebelum kejadian, korban hendak menuju ke Desa Parentek untuk bertemu temannya. Usai bertemu, keduanya bersama mampir di Desa Atep Oki.
Disana keduanya bertemu dengan lelaki IL alias Iwan (33) yang sedang asik meneguk Minuman Keras (Miras) bersama beberapa temannya. Antara korban dan pelaku Iwan pun terjadi adu mulut.
Ketika korban hendak pulang, tiba-tiba motornya masuk ke selokan. Saat itu juga pelaku JS alias Jun (21), Iwan, IR alias Rico (18) serta SM alias Stev (16) dan AT alias Rizky (17) yang semuanya warga Desa Atep Oki menganiaya korban.
Bahkan pelaku Iwan yang ketika itu memegang sebilah pisau badik langsung menikam korban dalam keadaan jatuh. Ketika hendak kembali melayangkan tikaman ulang, Iwan dilerai oleh warga setempat.
Korban pun langsung bangun dari jatuh dan bersembunyi di selokan, sementara salah satu tersangka mengejarnya.
Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang SIK melalui Kapolsek Lembean Timur Iptu Jonly Polii ketika dikonfirmasi, Sabtu (8/6/2019) tak menapik adanya kejadian tersebut. Menurutnya kini para pelaku sudah diamankan pihaknya untuk diproses hukum.
“Kasusnya akan displit karena pelaku Rizky dan Stev masih berstatus sebagai siswa,” ungkapnya didampingi Kanit Reskrim Aiptu Graf Karading.
Dijelaskan keduanya jika para pelaku akan dikenakan pasal 170 ayat 1 dan 2 ke 1 sub 351 ayat 1 dan 2 juncto 55 KUHP serta pasal 2 ayat 1 Undang-undang darurat nomor 12 thn 1951(cel)

Komentar