oleh

Renggut Keperawanan ABG, Lelaki Tondano Dibekuk di Kasuang

Pelaku ketika diamankan tim Resmob

 

METRO, Tondano – Baru saja tiga minggu kenal lewat Media Sosial. Lelaki RW alias Mon (20) warga salah satu Kelurahan di Tondano Timur telah mempreteli keperawanan perempuan yang masih berusia 15 tahun, sebut saja Mawar (nama disamarkan).
Aksi itu dilancarkan pelaku dalam kamar di rumahnya, Minggu (30/6/2019) malam sekitar pukul 18.00 Wita. Dimana sebelumnya pelaku mengajak korban jalan di kawasan Benteng Moraya dan makan Konro.
Dari sana korban dibawa ke rumahnya dan pelaku mulai memasang perangkap untuk bisa merayu. Pelaku mengajak korban kedalam kamar dengan alasan untuk main handphone.
Berhasil membujuk Mawar masuk kedalam kamarnya, pelaku makin beraksi. Dirinya mengajak ABG itu untuk berhubungan badan sambil meminta membuka celananya.
Melihat celana korban telah terbuka, pelaku pun makin beringas menjalankan aksinya dengan mencabulinya hingga korban merintih kesakitan.
Puas menjamah dan merenggut keperawanan korban, pelaku langsung menghantarnya pulang. Tiba di rumah, korban langsung menceritakan apa yang dialami kepada orang tuanya.
Mendegar cerita anaknya, korban langsung dibawa ke Mapolres Minahasa untuk melaporkan kejadian itu, Senin (1/7/2019).
Polisi yang mendapat laporan itu langsung bertindak cepat. Selasa (2/7/2019) pagi sekitar pukul 09.30 Wita, Tim Resmob Polres Minahasa berhasil mengamankan pelaku di kawasan Kasuang.
Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang SIK melalui Kasat Reskrim AKP Muhamad Fadly ketika dikonfirmasi, Rabu (3/7/2019) tak menapik hal itu.
“Sudah diamankan di Mapolres untuk diproses lanjut oleh unit PPA Satuan Reskrim,” kata Fadly didampingi Kanit PPA Aiptu Jusak Buluran.
Bahkan dikatakannya kini penyidik tengah mempersiapkan pemberkasan untuk pelimpahan tahap 1 ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Hal itu setelah polisi mengantongi keterangan dari sejumlah orang terkait dan barang bukti.
“Pelaku dikenakan pasal 81 dan atau pasal 82 UU RI No 35 thn 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 thn 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 Miliar,” jelasnya.(cel)