1 Anak Jadi Korban Polusi Limbah Pabrik Miras di Pineleng

Limbah pabrik miras

METRO, Tondano – Akibat adanya dugaan polusi udara dari limbah pabrik Miras bermerek Casanova di Desa Pineleng Dua, Kecamatan Pineleng. Seorang anak di sekitaran pabrik pun disinyalir telah menjadi korban.
“Ada satu anak yang sering alami sesak nafas dan harus bolak balik ke dokter. Bahkan ancaman bisa datang lagi karena banyak warga sekitaran memiliki sumur,” jelas Hukum Tua Pineleng Dua Hengky Tangapo.

Bahkan dikatakan Tangapo, guna menindaklanjuti keluhan warga maka pihak pemerintah desa bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah ke pabrik meminta surat prokdusi dari perusahaan. Namun ternyata surat itu tak ada.
Padahal kondisi sekitaran pabrik sangat bau sekali serta banyak pecahan botol yang dibuang sembarang.

Baca Juga :  Pabrik Miras di Pineleng Diduga Sebabkan Polusi Lingkungan

Evendy Weley selaku warga sekitar menambahkan jika ada beberapa penghuni sekitar pabrik harus pindah. Sebagian besar yang memiliki anak karena takut terdampak.
“Sudah beberapa kali warga datang protes, namun pihak CV VIP Minahasa tetap cuek,” kata Evendy yang mengaku sudah puluhan tahun tinggal di samping pabrik tersebut.
Bahkan dikarenakan limbah hanya dibuang ke selokan. Maka ketika hujan, limbah itu ikut mengalir hingga ke pemukiman warga.
“Seharusnya buat sistem oil trap. Air limbah yang keluar itu harus putih karena ada saringan. Jadi dari awal masuk air kotor, tersaring, keluar bersih baru bisa dibuang,” tambahnya.

Baca Juga :  Pabrik Miras di Pineleng Diduga Sebabkan Polusi Lingkungan

Jhony Korompis selaku manajer perusahaan membantah jika pihaknya memakai bahan kimia. Dikatakannya juga jika DLH telah turun ke lokasi pabrik dan melakukan pemeriksaan.
“Kami punya sampel pemeriksaan limbah setiap tiga bulan karena perusahan bukan baru setahun. Kalau nanti sekarang baru ada protes, kami juga bingung. Dulu yang diproduksi miras. Tapi sekarang tinggal air jadi tak ada mengandung zat yang dilarang,” kata Korompis.

Baca Juga :  Pabrik Miras di Pineleng Diduga Sebabkan Polusi Lingkungan

Dikatakannya juga kalau soal keberadaan pembuangan limbah merupakan saran dari DLH.
Kepala DLH Minahasa Wenny Talumewo mengatakan bahwa pihaknya telah turun lapangan. Namun dirinya belum bisa berikan keterangan karena masih dalam kajian dan penelitian.(cel)

Bagikan sekarang...

Berita Terbaru