oleh

Diimingi Gaji Besar, Dua CPMI asal Sulut Disekap Oknum Calo

METRO, Manado- Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Manado dan BP3TKI Tanjung Pinang membantu memulangkan dua orang calon pekerja migran Indonesia (CPMI) asal Sulawesi Utara yakni Indah Lestari Husain asal desa Tanawangko dan Lance Areros asal kota Tondano Kabupaten Minahasa ke daerah asal.

Dari informasi yang diperoleh koran ini, diketahui bahwa Indah dan Lance berangkat ke pulau Batam pada tanggal 14 November 2019 melalui Bandara Sam Ratulangi Manado dengan maksud untuk bekerja sebagai penata laksana rumah tangga di Malaysia.

Adapun informasi mengenai lowongan pekerjaan di Malaysia tersebut, diperoleh keduanya melalui perantara calo di Facebook dengan iming-iming gaji besar serta proses yang mudah. Namun, setelah sampai di Batam, keduanya ternyata disekap oleh calo di perumahan Bambu Kuning Kecamatan Batu Aji Batam tanpa ada konfirmasi mengenai kejelasan nasib pekerjaan mereka.

Salah satu CPMI yang merasa curiga dengan kondisi yang mereka alami, kemudian meminta pertolongan kepada orang tuanya. Berdasarkan laporan ini, orang tua dari CPMI kemudian meminta bantuan kepada Polda Sulawesi Utara yang langsung menindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan Polda Batam Kepulauan Riau.

Setelah diselamatkan oleh pihak Polda Kepri, Indah dan Lance kemudian langsung diserahterimakan kepada BP3TKI Tanjung Pinang melalui P4TKI Batam dan langsung diproses untuk dipulangkan ke daerah asal di Manado.

“Kami sebagai pemerintah sangat prihatin atas kejadian yang telah terjadi kesekian kalinya pada warga Sulut ini. Untuk itu kami menghimbau kepada seluruh warga Sulut untuk berhati-hati dengan tawaran pekerjaan yang memakai iming-iming gaji besar dan proses mudah,” ujar Kepala BP3TKI Manado Hard F Merentek.

Hard menyampaikan apresiasi kepada pihak Polda Sulut, Polda Kepri dan BP3TKI Tanjung Pinang dalam upaya pemulangan kedua CPMI ini ke keluarga mereka masing-masing di Minahasa. “Saya berharap koordinasi yang sangat baik ini akan terus terjalin karena penyelesaian permasalahan PMI akan selalu membutuhkan kerjasama yang baik dari semua pihak,” ungkap Hard.(71)