oleh

Jelang Natal, Bandara Sam Ratulangi Kembali Musnahkan Prohibited Item

METRO, Manado- Menjelang Natal, Airport Security Bandara Sam Ratulangi Manado kembali menggelar pemusnahan prohibited items atau barang yang dilarang dibawa dalam penerbangan, Kamis (12/12) siang.

Prohibited items yang dimusnahkan merupakan barang milik penumpang yang tidak diizinkan untuk diberangkatkan dengan alasan keamanan baik di kabin maupun bagasi yang selanjutnya barang tersebut tidak diambil lagi oleh pemiliknya.

Adapun barang yang dimusnahkan meliputi 62 liter minuman keras jenis cap tikus (flammable liquid), 2 kardus korek api dengan bahan bakar gas, 1 kardus benda tajam yang terdiri dari gunting, pisau, cutter, dan obeng, serta berbagai jenis tabung aerosol sebanyak 50 buah dan 73 unit powerbank.

Prohibited items berupa cairan dan power bank tersebut dimusnahkan dengan cara dituangkan ke dalam wadah berisi air kemudian direndam. Hasil limbah tersebut diserahkan ke unit terkait untuk penanganan secara khusus sesuai ketentuan.

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini sebanyak 57 kg pakaian layak pakai dan bantal leher yang tidak diambil pemiliknya diserahkan kepada Ketua Persekutuan Oikumene Umat Kristen Bandara Sam Ratulangi Manado untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Untuk prohibited items yang dimusnahkan dan barang tertinggal ini merupakan barang-barang yang sudah tidak diambil kembali pemiliknya periode Juli hingga Oktober 2019.

Dijelaskan General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado Minggus Gandeguai, pemusnahan ini merupakan bahan edukasi kepada pengguna jasa bahwa barang-barang prohibited items yang ditahan dan tidak diambil pemiliknya akan dimusnahkan. “Hal ini semata untuk keamanan dan keselamatan penerbangan,” ujar Minggus.

Kegiatan pemusnahan prohibited items ini juga bertepatan dengan pertemuan Airport Security Comittee (ASC) Bandara Sam Ratulangi Manado, pada pertemuan yang dilaksanakan sebelum pemusnahan prohibited items tersebut dibahas juga terkait peningkatan keamanan dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru, koordinasi penanganan tindakan melawan hukum dibandara, serta penyampaian tugas-tugas Komite Keamanan Bandara. Pertemuan ini dihadiri perwakilan instansi terkait keamanan penerbangan yaitu perwakilan dari Otoritas Bandara, Lanud AL, Lanud AU, POM AU, Polres Manado, Polsek Bandara, SAR, Brimob, Airlines, Ground Handling, BNN, BMKG dan CIQ.

“Pertemuan ASC ini merupakan salah satu bentuk sinergi Bandara Sam Ratulangi dengan instansi terkait guna meningkatkan keamanan bandar udara. Kami terus berusaha menjaga koordinasi dan kerjasama yang baik sehingga kedepan ketika terjadi suatu keadaan, masing-masing instansi telah memahami tugasnya,” pungkas Minggus.(71)