Dampak Virus Corona, Good Day Club juga Tutup Operasional 2 Minggu

BAGI Ke :

METRO, Manado– Dampak virus Corona atau kian disebut Covid-19 cukup memberikan kecemasan diberbagai kalangan, hingga Pemerintah Kota Manado lewat rilis resminya meliburkan aktifitas persekolahan, kurang lebih 2 minggu lamanya berlaku sejak Senin 16 Maret – 27 Maret 2020.

Memanggapi keputusan Pemkot dalam isi himbauan menghindari tempat-tempat ramai dan kerumunan orang. Good Day Club tempat hiburan malam dikawasan Marina Plaza blok e.28 memberikan pengumuman melalui rilis yang dikirim langsung oleh General Manager, Hendra Gerung dilansir dari group facebook resmi New Good Day Club menyatakan meliburkan seluruh aktifitas mereka dari tanggal 16-30 Maret 2020.

“Pemberitahuan untuk seluruh karyawan NEW GOOD DAY dan pengunjung bahwa kafe akan libur dari tgl 16 maret sampai tanggal 30 maret utk membatasi menyebarnya virus corona.” kutipan himbauan Hendra.

Baca Juga :  Dirresnarkoba Polda : Kami Tidak Tebang Pilih, Ada Skala Prioritasnya

Lanjut, pengumuman yang diupload pada tanggal 15 Maret 2020 pukul 23.01 Wita, dia meminta kepada seluruh pengunjung dan karyawan agar membatasi aktifitas diluar rumah dan keluar hanya saat perlu saja.

“Di himbau utk banyak tetap di rumah dan cukup keluar saat perlu perlu saja. Hindari tempat ramai. Jaga kebersihan cuci tangan setiap saat memakai sabun anti kuman. Makan dan istirahat teratur dan konsumsi vitamin dan curcuma setiap hari secara teratur. Karena daya tahan tubuh yg kuat adalah salah satu penangkal virus corona. Berdoa selalu dan lindungilah diri dan keluarga anda,” lanjutnya.

Baca Juga :  DPRD Manado : Sidak Tempat Hiburan Kewenangan Pemkot!

Ketika dikonfirmasi langsung, Hendra Gerung tak menampik akan keputusan tersebut. Diiyakannya jika hal tersebut diberlakukan guna mendukung keputusan pemerintah dalam penanganan menyebarnya virus corona.

“Langkah tersebut kami ambil juga mendukung keputusan pemerintah meliburkan aktifitas anak sekolahan, sebab mengingat tempat hiburan adalah salah satu lokasi umum pertemuan banyak orang dari berbagai tempat, kami tidak ada alat disini untuk mendeteksi siapa yang terajangkit atau tidak,” ujarnya.

Dia juga menyinggung pemerintah untuk lebih berperan aktif mensosialisasikan dampak dan penanggulangan penyebaran virus corona, pasalnya hal tersebut dinilainya belum all-out dilakukan.

“Dari pada banyak memasang baliho untuk kepentingan pencalonan karena tahun politik, sebaiknya sarana tersebut dipakai lebih informatif menyebarkan cara penanganan virus corona, karena sekarang paling banyak media yang dipakai hanyalah media sosial untuk berbagi informasi tersebut, sedangkan dijalanan lebih banyak terpampang wajah-wajah yang akan ikut bertarung dalam perebutan kursi kekuasaan,” imbaunya.

Baca Juga :  Cegah Virus Corona Masuk ke Sulut, Bandara Sam Ratulangi Tingkatkan Pengawasan

Info yang dirangkum METRO, diliburkannya aktifitas persekolahan disebabkan adanya warga yang diduga terpapar virus corona dan diketahui sedang menjalani perawatan di RSUP Kandow.

Namun melalui rilis yang dikeluarkan ketua Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara, dr. DebieK.R Kalalo MSc.PH tanggal 15 Maret 2020 pukul 23.00 Wita, menjelaskan jika seorang pasien yang terkontaminasi positif Covid-19 di Manado Sulawesi Utara telah menunjukkan hasil Negatif.(76)