Perahu Nelayan dan Wisata Diminta Waspadai Gelombang Tinggi Perairan Laut Manado

KORANMETRO.COM- Hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir, dan angin kencang, melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Utara, beberapa hari terakhir.

Cuaca ekstrem ikut berdampak ke aktivitas pelayaran yang ikut terganggu karena gelombang tinggi.

Bacaan Lainnya

BMKG mencatat tinggi gelombang di wilayah perairan Sulut berkisar 1,5-2,5 meter.

Gelombang tinggi yang terjadi di wilayah perairan Kota Manado dan sekitarnya ini mengakibatkan sejumlah kapal tidak bisa melaut, khususnya kapal-kapal kecil nelayan pencari ikan dan kapal wisata.

Kapal-kapal besar berukuran di atas 30 GT, pun tak luput dari terjangan gelombang tinggi.

Pada Kamis (28/5/2026) dua kapal penumpang rute Sangihe dan Sitaro menuju Pelabuhan Manado, terpantau mengalami keterlambatan jadwal kedatangan.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Manado, Benaya Samri Yostavia, mengingatakan kepada perahu-perahu nelayan dan perahu pariwisata untuk memperhatikan kondisi cuaca di laut.

“Himbauan untuk kapal-kapal wisata yang mengangkut penumpang wisata ke Bunaken maupun nelayan, untuk sementara waktu agar tidak melakukan pelayaran,” ujar Benaya, Jumat (29/5/2026).

Menurut Benaya, KSOP terus berkoordinasi dengan pihak BMKG, untuk memantau perkembangan terbaru kondisi cuaca di Sulut, terutama cuaca wilayah kepulauan.

“Jika kemudian mereka menyatakan kondisi cuaca sudah lebih baik dan memungkinkan untuk aktivitas pelayaran maka sesegera mungkin kami informasikan ke masyarakat,” katanya.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan