oleh

Biaya Akademi dan Perguruan Tinggi Dorong Inflasi di Manado

METRO, Manado- Kota Manado mengalami inflasi sebesar 0,71 persen pada bulan Agustus 2020. Hal yang sama juga terjadi di Kota Kotamobagu yang mengalami inflasi sebesar 0,02 persen. Demikian diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Ateng Hartono, saat menyampaikan perkembangan inflasi bulan Agustus 2020, lewat streaming youtube, Selasa (01/9) siang.

Dijelaskan Ateng, inflasi yang terjadi di Manado terutama disebabkan oleh inflasi yang terjadi pada kelompok pendidikan sebesar 10,69 persen, yang didorong oleh biaya akademi dan perguruan tinggi yang memberi andil inflasi sebesar 0,25 persen, sekolah menengah atas 0,08, dan sekolah dasar 0,06.

“Kelompok yang memberi juga memberi andil besar yaitu perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang didorong oleh komoditi perhiasan yang mengalami inflasi 0,11 persen, diikuti shampo, parfum, sabun mandi, pasta gigi dan hand body lotion,” ujar Ateng.

Sementara di Kotamobagu, menurut Ateng kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran, memberikan andi inflasi terbesar yaitu 1,46 persen. “Diikuti perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,82 persen,” jelas Ateng.

Adapun kelompok yang memberikan andil deflasi di Manado dan Kotamobagu, kata Ateng adalah makanan, minuman dan tembakau, masing-masing sebesar -0,48 persen dan -0,41 persen. “Ada 3 komoditi yang sama-sama memberikan andil deflasi di kelompok ini yaitu bawang merah, daging ayam ras, dan tomat,” ungkap Ateng.

Ateng menghimbau, terjadinya deflasi di kelompok makanan, minuman dan tembakau baik di Manado maupun Kotamobagu perlu dicermati bersama, karena didalamnya sebagian besar diusahakan diproduksi oleh masyarakat Sulawesi Utara baik komoditi pangan, hortikultura, maupun komoditi lainnya, “Sedangkan komoditi non pangan mengalami inflasi,” ungkapnya.

Lebih jauh Ateng mengungkapkan bahwa Manado menjadi kota dengan tingkat inflasi tertinggi dari 12 kota lainnya di Pulau Sulawesi. “Sementara Kotamobagu menjadi kota dengan andil inflasi terendah,” pungkas Ateng.(71)

Terkait