oleh

BP2MI Manado Fasilitasi Pemulangan Jenazah PMI Dari Brunei

METRO, Manado- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Manado memfasilitasi pemulangan jenazah almarhumah Silva Anise, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja sebagai penata laksana rumah tangga di Brunei Darusalam selama 4 tahun.

Dari informasi yang diperoleh METRO, diketahui bahwa Silva meninggal dunia pada tanggal 3 November 2020 di rumah sakit Raja Isteri Pengiran Anak Saleha (RIPAS), Bandar Seri Begawan. Setelah dilakukan otopsi oleh pihak rumah sakit yang disaksikan oleh staf KBRI dan majikan almarhumah, diketahui bahwa penyebab kematian almarhumah adalah karena pecah pembuluh darah ke otak (subarachnoid hemorrhage) seperti yang tercantum dalam surat post mortem examination certificate yang dikeluarkan oleh rumah sakit RIPAS tertanggal 4 November 2020.

Berdasarkan hasil penyelidikan pihak kepolisian Brunei Darussalam dan otopsi tidak ditemukan adanya luka atau penyebab lain yang mengarah pada tindak pembunuhan, penganiayaan, kekerasan, maupun rekayasa yang menyebabkan kematian almarhumah.

Kepala UPT BP2MI Manado, Hard Merentek mengungkapkan, untuk pemulangan ke Indonesia, pihak KBRI Bandar Seri Begawan kemudian berkoordinasi dengan UPT BP2MI Manado. Pemulangan jenazah dilakukan pada tanggal 6 November 2020 dengan menumpang pesawat komersil lewat Kuala Lumpur dan Jakarta yang dilanjutkan ke Manado pada tanggal 9 November 2020.

“Tim perlindungan UPT BP2MI Manado langsung melakukan penjemputan jenazah di Bandara Sam Ratulangi, dan akan mengawal langsung pemulangan jenazah almarhum hingga ke daerah asalnya di Bitung,” kata Hard.

“Selain berkoordinasi dengan pihak KBRI Bandar Seri Begawan, UPT BP2MI Manado juga berkoordinasi dengan KKP Manado untuk mengurus administrasi pengeluaran jenazah dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Hard juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara agar bekerja ke luar negeri sesuai dengan prosedur yang resmi dan berdokumen lengkap. “Almarhumah berangkat dengan berdokumen lengkap untuk itu semua haknya bisa didapatkan dari penggunanya di luar negeri,” ujarnya.(71)

Komentar