oleh

Komisioner Bawaslu Minut Gugat DKPP

Rahman Ismail SH.

 

 

 

METRO, Airmadidi – Tak terima dengan putusan pemecatan atas dirinya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Komisioner Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Minahasa Utara (Minut), Rahman Ismail SH balik menggugat anggota DKPP.

Laporan ke Mabes Polri di Jakarta dilakukan Selasa (22/12/2020) lalu oleh tim kuasa hukumnya.  Ismail menilai pemecatan dalam putusan bernomor 114-PKE-DKPP/X/2020 tertanggal 16 Desember 2020 itu berlebihan dan cacat serta mencerminkan kesewenang-wenangan anggota DKPP RI.

Tim kuasa hukumnya, Isyana Kurniasari Konoras, SH MH mengemukakan bahwa perkara yang dilaporkan adalah tuduhan perbuatan asusila dan disertai dengan pengancaman pembunuhan sehingga sidang perkara tersebut digelar secara tertutup. “Sebab berkaitan dengan harkat dan martabat penyelenggara pemilu. Sehingga hal tersebut juga harus terjadi dalam sidang pembacaan putusannya,” tuturnya Rabu (23/12/2020). 

Lanjutnya sidang pembacaan putusan tidak dilakukan tertutup. Sehingga menyebabkan hancur-leburnya harkat dan martabat teradu berupa pemuatan publikasi (Media cetak, media online dan sosial media) justifikasi yang bersumber pada putusan tersebut. 

Selanjutnya mengenai sanksi pemberhentian tetap kepada teradu, dipandang penuh dengan kecacatan dan kesewenang-wenangan selaku anggota DKPP. “Jika dalil aduan yang dituduhkan adalah perbuatan asusila perselingkuhan, pengancaman dan pembunuhan maka itu seharusnya terlebih dahulu menjadi ranah perkara pidana minimal laporan kepolisian pengadu terhadap teradu,” tandasnya. 

Menurut Isyana, kliennya Rahman Ismail, mengalami kerugian material dan inmaterial. “Untuk itu, Rahman Ismail melakukan upaya-upaya untuk mengembalikan dan memulihkan harkat dan martabatnya selaku penyelenggara pemilu dan nama baiknya sebagai pribadi. Melalui tim kuasa hukum, Rahman Ismail telah melakukan langkah pengaduan atau laporan polisi terhadap Muhammad, Teguh Prasetyo, Didik Supriyanto, dan Ida Budhiati dalam hal pembacaan Putusan Etik DKPP RI,” ungkap Isyana. 

Dimana dalam putusan pada Rabu (16/12/2020) lalu yang ditayangkan secara langsung (live) dalam Laman Facebook DKPP RI dan terdokumedasi dalam video di Laman Facebook DKPP RI dengan judul “Sidang Pembacaan Putusan” dalam menit ke 1:56:32 menit hingga 2:02:33 menit dari total durasi 2:42:07 menit.(RAR)

 

Komentar