Bupati Tandatangani MoU Pengembangan Pertanian

METRO, Boroko- Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Drs Hi Depri Pontoh, Rabu (14/01) kemarin mengikuti penandatanganan nota kesepahaman tentang kemitraan triple helix untuk pengembangan pertanian/ketahanan pangan di Sulawesi Utara.

Kesepahaman yang dituangkan melalui Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting di ruang rapat bupati Bolmut.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan tersebut Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE mengapresiasi dukungan dari Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Pertanian RI, Rektor Central Queensland University, dan Pimpinan Trade and Investment Queensland, serta Rektor Universitas Sam Ratulangi Mando yang terlibat dalam mewujudkan sinergi triple helix ketahanan pangan di Sulut.

“Terima kasih atas dukungannya sehingga satu kesepahaman sudah dapat terbentuk hari ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah pusat dalam hal ini Menteri PPN/Kepala Bappenas, atas fasilitasi dalam pembentukan kesepahaman ini. Harapan kedepan, apa yang kita sepakati bersama pada hari ini akan terus berlanjut untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia khususnya Sulawesi Utara melalui pengembangan industri peternakan sapi,” kata Gubernur.

Gubernur menerangkan bahwa kolaborasi dan sinergitas pembangunan mulai dari tingkat nasional sampai ke daerah adalah kekuatan untuk bersama-sama mencapai tujuan pembangunan nasional. Karena dalam Perpres nomor 18 tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024 telah ditetapkan salah satu agenda nasional yaitu peningkatan cadangan pangan. Dimana hal ini juga adalah bagian dari agenda global dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goal’s (SDG’s).

“Sebagai bagian dari integral Negara Kesatuan Republik Indonesia, Provinsi Sulawesi Utara turut berkontribusi dalam pencapaian agenda pembangunan bidang peningkatan cadangan pangan ini,” ungkapnya.

Menurut Gubernur, dalam seluruh urusan pembangunan, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dengan kemampuan sumberdaya baik dana dan manusia yang terbatas.

“Karena itu pola kemitraan adalah salah satu wayout atau terobosan untuk keluar dari keterbatasan ini. Hal ini sangat didukung dengan keberadaan bidang pertanian di dalamnya peternakan sapi yang sangat potensial di Sulawesi Utara. Sehingga kesepahaman yang akan ditandatangani saat ini menjadi sangat strategis dan penting untuk dilakukan dan ditindaklanjuti,” tambahnya.(60)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan