oleh

Herry Pondaag Tetap Berlatih Mandiri

BELUM adanya kejelasan soal agenda Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON Kontingen Sulawesi Utara memaksa sejumlah atlet harus berlatih mandiri. Herry Pondaag misalnya. Atlet Biliard Sulut, yang cukup berpeluang dalam persaingan medali di PON XX Papua, terpaksa harus berlatih secara mandiri.

Kepada METRO, Herry Pondaag mengaku harus berlatih mandiri dengan memanfaatkan rekan rekannya yang punya meja biliar karena jika harus berlatih di rumah rumah biliard, tentunya ada konsekuensi dana yang harus dikeluarkan. “Saya tetap berlatih mandiri,” kata peraih medali perak di ajang Pra PON Cabor Biliard, Tahun 2019 lalu.

Pebiliard senior yang sudah malang melintang di iven nasional bersama Sulut sengat berharap program Pelatda PON sudah bisa dijadwalkan. Sehingga, program latihan seluruh cabor yang tengah bersiap menghadapi PON bisa lebih terarah. “Mudah mudahan jadwal Pelatda PON sudah bisa ditetapkan oleh KONI Sulut,” tukas Pondaag.

Sementara itu terkait dengan statusnya sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) Atlet Berprestasi Sulut, Herry Pondaag mengaku tidak tahu kalau ia masih tetap diakomodir. Sebab, hingga kini, ia belum mendapatkan informasi apakah namanya masih tercatat sebagai THL di instansi Dispora Sulut. “Belun ada info apakah masih berlanjut sebagai THL di Dispora Sulut,” ujarnya.

Seperti diketahui Cabor Biliard Sulut meloloskan tiga atlet di ajang Pra PON, yang dilaksanakan di Jakarta Tahun 2019 lalu. Selain Herry, yang lolos di nomor 15 ball, Sulut juga meloloskan Roy Tandayu dan Claudia. Dalam persiapan PON, ketiga atlet Biliard Sulut ditangani pelatih Denny Pua.(dni)

Komentar