oleh

Kasus Pemecah Ombak, Adik Bupati Minut Ditahan Kejati

Lelaki AMP digiring Kejati ke Rutan Malendeng.

 

 

 

 

 

METRO, Manado – Kasus tindak pidana korupsi pemecah ombak di Likupang, Minahasa Utara (Minut) memasuki babak baru. Kali ini lelaki AMP alias Alexander (50), yang merupakan adik dari Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan digiring ke Rutan Malendeng Manado Kamis (21/01/2021) sore, sekitar pukul 17.00 WITA, lantaran berstatus tersangka atas kasus tindak pidana korupsi pemecah ombak tersebut.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut A Ditha Prawitaningsih, melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulut Theodorus Rumampuk, tak menampik penahanan tersebut.

“Penahanan tersangka berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor Print-01/P.1/Fd.1/01/2021 tanggal 21 Januari 2021 yang ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara A. Dita Prawitaningsih,” ungkap Rumampuk, tadi malam.

“Tersangka dilakukan penahanan di Rutan Polresta Manado selama 20 hari sejak tanggal 21 Januari 2021 sampai 09 Februari 2021. Tersangka diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi Proyek Pemecah Ombak/Penimbunan Pantai Desa Likupang, pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Utara Tahun Anggaran 2016, yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp8.813.015.856,” kata Kasi Penkum Theodorus.

Kata Kasi Penkum menjelaskan, sebagaimana sangkaan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 3 jo. Pasal 15 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambahkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Diketahui tim penyidik dalam perkara ini terdiri dari Eko Prayitno, Reinhard Tololiu, Andi Usama Harun, Widarto Adi Nugroho, Ivan Nusu Parangan, Lukman Effendy, Noval Thaher, Alexander Sulung, Marianty Lesar, Stevy S. Tatilu, Christiana O. Dewi, dan Mitha Ropa.

Sebelumnya dalam kasus ini pada 2018 silam Pengadilan Tipikor telah memvonis empat orang terdakwa yaitu RMT alias Rosa sebagai Kepala BPBD Minut, SHS alias Steven sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), RM alias Robby sebagai pelaksana proyek dan JT alias Junjungan oknum direktur di BNPB.(Aln)

 

Komentar