oleh

Biadab, Ayah Tega Setubuhi Anak Kandung

METRO, Bitung- Polres Bitung menangkap lelaki MM alias Marcel, 32 tahun, warga salah satu kelurahan di Kecamatan Matuari. Pekerja swasta ini ditangkap karena tega mencabuli anak di bawah umur. Biadabnya, korban perbuatan itu tidak lain anak kandungnya sendiri.

“Pelaku sudah ditahan dan sementara diperiksa secara intensif,” ujar Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Frelly Sumampow, Selasa (09/02) kemarin saat dikonfirmasi.
Marsel ditangkap baru-baru ini oleh petugas. Dia diamankan setelah aksi bejatnya terungkap. Anaknya yang jadi korban pencabulan, sebut saja Luna, membeber kejadian yang dialami kepada guru di sekolah.

“Kasus ini terbongkar setelah korban menceritakan perbuatan ayahnya kepada guru. Waktu itu korban minta uang pada gurunya untuk ongkos pergi ke Ternate. Karena heran gurunya bertanya tujuan korban ke sana. Dari situlah dia menceritakan perbuatan ayahnya,” beber Frelly.

Parahnya, kejadian yang menimpa Luna sudah berlangsung sejak empat tahun silam. Remaja tersebut disetubuhi ayahnya sejak masih berusia 14 tahun. Luna yang sekarang pelajar SMA kala itu masih duduk di bangku SMP. Di saat bersamaan, hubungan Marsel dan istrinya dalam keadaan retak.

“Ibu korban sekarang tinggal di Ternate. Makanya dia mau ke sana karena tidak tahan lagi tinggal dengan pelaku,” ungkap Frelly.

Kejahatan seksual Marsel bermula pada suatu pagi di tahun 2017. Waktu itu dia sedang memandikan Luna untuk persiapan ke sekolah. Luna yang masih anak-anak tidak merasa risih dengan situasi itu. Dia tidak menyangka akan diperlakukan buruk oleh ayahnya. Hanya saja, saat itu Marsel tak sampai menyetubuhi Luna. Dia hanya mengorek-ngorek kemaluan korban dengan jarinya.

Nah, keperawanan Luna baru jebol pada kesempatan berikutnya. Marsel yang sudah dikuasai nafsu birahi tega menyetubuhi Luna saat sedang tidur. Dia bahkan sempat memukul gadis tersebut sebelum melancarkan aksi. Karena itulah Luna tak kuasa melawan hingga merelakan ‘mahkotanya’ direnggut ayah kandung.

Kejadian kedua ini terjadi tak berapa lama setelah peristiwa pertama. Artinya, waktu itu Luna masih berusia 14 tahun seperti sebelumnya. Dan setelah itu, remaja tersebut diliputi rasa takut dan trauma berkepanjangan. Dia merasa tidak nyaman sehingga belakangan menceritakan kejadian dimaksud ke gurunya di sekolah.

Marsel sendiri tak menampik perbuatannya. Di hadapan petugas saat diinterogasi dia mengakui aksi cabulnya. Dan seperti lazimnya penjahat ketika ditangkap polisi, dia mengaku khilaf dengan tindakannya.

“Saya khilaf karena waktu itu sedang mabuk,” ucapnya.

Marsel pun mengaku siap dihukum atas perbuatannya. Dia terancam hukuman penjara sekitar 15 tahun karena terjerat pasal berlapis. Pasal yang disangkakan polisi terdiri dari Pasal 76D Jo Pasal 81 Ayat 1, serta dan Pasal 76E Jo Pasal 82 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016.

“Saya siap dihukum karena saya bersalah,” imbuhnya.(69)

Komentar