oleh

DJPb Dorong Kenaikan Jumlah Debitur KUR dan UMi di Sulut

METRO, Manado- Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Utara (Sulut) mendorong kenaikan jumlah debitur kredit usaha rakyat (KUR) dan pembiayaan ultra mikro (UMi) di Sulut.

Dari data yang diperoleh METRO, diketahui bahwa realisasi KUR di Sulawesi Utara hingga pertengahan April 2021 mencapai Rp 376 miliar dari 10.275 orang debitur. Angka ini berasal dari penyaluran KUR Mikro sebesar Rp 208 miliar, KUR TKI Rp 29 juta, KUR retail Rp 149 miliar, super mikro Rp 18.553 miliar dan ultra mikro sebesar Rp 4 juta.

Kepala Kanwil DJPb Sulut, Ratih Kusumawardani yang ditemui usai menghadiri focus group discussion (FGD) pelaksanaan KUR dan UMI di Sulut, mengungkapkan, di masa pandemi ini banyak industri berskala kecil dan menengah yang tidak bisa bertahan.

“Lewat FGD ini harapannya jumlah debitur KUR dan pembiayaan UMi naik, sehingga pada triwulan II hingga akhir tahun akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian,” ujar Ratih kepada awak media, Kamis (15/4) siang.

Menurutnya, peran pemerintah daerah dan perbankan sangat penting untuk kesuksesan program KUR dan UMi, sebagai salah satu upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi.

“Beberapa hal yang telah dilakukan pemerintah diantaranya melakukan unggah data calon penerima KUR potensial untuk dapat dibiayai KUR ke dalam sistem informasi kredit program (SIKP) dengan penanggung jawab pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,” katanya.

Selain itu, kata Ratih mengidentifikasi data calon penerima KUR yang diunggah oleh penyalur KUR dan perusahaan penjamin, sesuai dengan wilayah masing-masing ke dalam SIKP. “Serta mengalokasikan APBD untuk keperluan pengembangan dan pendampingan usaha penerima KUR di masing-masing wilayah,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulut, Ronald Sorongan mengatakan, realisasi KUR di triwulan I 2021 masih rendah. Di masa pandemi ini banyak fasilitas yang diberikan pemerintah namun belum dimanfaatkan oleh UMKM.

“Harapan kami para pelaku usaha dapat memanfaatkan KUR sebaik mungkin. Apalagi subsidi bunganya ditanggung pemerintah,” tukas Sorongan.(71)

Komentar