oleh

Kemendag Percepat Sistem Resi Gudang di SulutGo dan Maluku

METRO, Manado- Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong percepatan implementasi sistem resi gudang (SRG) di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo (SulutGo), Maluku, Maluku Utara dan Maluku Tengah.

“SRG adalah fasilitas yang diberikan Kemendag kepada seluruh daerah di Indonesia. Hingga kini kita punya 123 SRG di seluruh Indonesia,” ujar Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga kepada awak media, usai menghadiri rapat koodinasi bersama sejumlah kepada daerah, pada Kamis (15/4), di Hotel Swiss Bell Manado.

Dijelaskan Sambuaga, dengan adanya SRG para petani dan nelayan dapat menyimpan komoditas hasil pertanian dan perikanan di gudang, dan memperoleh pembiayaan atau modal kerja dengan agunan barang yang disimpan di gudang SRG.

“Keuntungan lainnya berupa instrumen tunda jual. Saat harga rendah komoditas dapat disimpan, untuk kemudian dijual saat harga menguntungkan,” kata Sambuaga.

Selain itu, menurut Sambuaga jaminan mutu komoditas lewat SRG memberikan kepercayaan dan keamanan pasar serta meningkatakan daya saing komoditas. Bagi pedagang besar, retail atau eksportir juga akan memperoleh kemudahan untuk mendapatkan komoditas dengan mutu dan harga yang lebih baik. “Serta petani juga dapat memperoleh harga jual yang lebih kompetitif,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Sidharta Utama mengungkapkan, tingginya manfaat yang dihasilkan sistem resi gudang membuat pemerintah membangun resi gudang di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk di Indonesia Timur.

“Harapannya gudang-gudang tersebut dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, serta meningkatkan efisiensi distribusi dari komoditi,” ujar Sidharta.

Menurutnya, dalam pelaksanaan SRG di wilayah SulutGo dan Maluku, Kemendag telah memberikan bantuan berupa 5 gudang SRG beserta fasilitasnya yang tersebar di Gorontalo, Pohuwato, Bolaang Mongondow, dan Minahasa Selatan. “Namun kelima gudang tersebut tidak beroperasi karena berbagai kendala,” ungkap Sidharta.

“Ini menjadi tantangan bersama, bagaimana mengoptimalkan gudang-gudang tersebut,” imbuhnya.

Untuk dapat mewujudkan SRG yang sukses, menurut Sidharta tidak cukup hanya dengan membangun gudang tersebut. Pemerintah pusat telah membangun gudang, tahapan selanjutnya ada di pemeritah daerah.

“Menjadi tugas pemerintah daerah untuk memastikan gudang-gudang tersebut dioptimalkan pemanfaatannya,” tukas Sidharta.(71)

Komentar