KORANMETRO.COM- Sejak awal tahun hingga bulan Oktober 2025, kinerja penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di wilayah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut, telah mencapai Rp1,15 triliun, untuk 21.859 debitur.
Realisasi tersebut telah mencapai 195,67 persen dari target 9.959 debitur, dan 72,26 persen dari target penyaluran sebesar Rp1,41 triliun.
Data Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulut, mencatat penyaluran terbesar terdapat pada skema KUR mikro dengan kontribusi sebesar 56,97 persen atau Rp658,74 miliar kepada 19.246 debitur.
Kemudian skema KUR kecil sebesar 42 persen atau Rp483,51 miliar kepada 1.668 debitur.l; dan KUR supermikro 0,77 persen atau Rp8,88 miliar kepada 945 debitur.
Penerima terbesar KUR terdapat pada sektor perdagangan besar dan eceran 44,79 peresen dengan total penyaluran sebesar Rp459,08 miliar kepada7.744 debitur.
Adapun bank penyalur terbesar adalah Bank Rakyat Indonesia dengan kontribusi 53,96 persen dari total penyaluran KUR, atau Rp553,10 miliar, dan menjangkau 14.192 debitur.
Penyaluran KUR di Kota Manado menjadi yang tertinggi dari seluruh kabupaten/kota di Sulut, dengan kontribusi 22,02 persen.
Jumlah penyaluran KUR di Manado mencapai Rp 253,49 miliar kepada 3.392 debitur.
Sementara penyaluran terendah terdapat pada Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, senilai Rp7,38 miliar kepada 62 debitur.
Kepala Kanwil DJPb Sulut, Hari Utomo, mengungkapkan bahwa pemerintah terus menciptakan dan mendukung program pemberdayaan ekonomi berbasis kerakyatan melalui kebijakan untuk meningkatkan modal dan kesejahteraan pelaku usaha seperti program pembiayaan KUR dan pembiayaan ultra mikro.
“Dukungan program pembiayaan seperti ini sangat penting karena diharapkan menumbuhkan pelaku usaha baru maupun meningkatkan daya saing UMKM sehingga bisa meningkat ke skala usaha yang lebih besar,” kata Hari.(ian)






