oleh

Kesit: RIP Leo, Tuhan Sayang Ngana….

KABAR meninggalnya Akira Leo Soputan, mantan pemain Persma Manado, Pelita Jaya, Persijatim Jakarta Timur, Persita Tangerang, Arema, dan Persibom Bolaang Mongondow, mengagetkan para pelaku olahraga sepakbola tanah air tak terkecuali jurnalis senior peliput olahraga nasional bahkan internasional, Kesit B. Handoyo.

Lewat tulisannya di akun Facebook, mantan jurnalis Koran Pos Kota Jakarta, Harian Sore Sinar Harapan Jakarta dan Koran Olahraga Top Skor Jakarta kemudian mengisahkan pengalamannya selama mengenal pemain belakang yang begitu disegani pada pertengahan 1990 hingga pertengahan 2000-an tersebut.

“Lama saya tak bersua dengan almarhum yang selama ini menetap di kawasan Tangerang. Leo sudah saya anggap seperti adik sendiri. Dance Soputan, ayah Leo, merupakan kawan baik saya. Saat mendapat kabar Leo wafat, ingatan saya langsung tertuju pada awal tahun 2000 saat bersama Ronny ‘Ropan’ Pangemanan mengurus kepindahan Leo dari Pelita Jaya ke Persijatim,” ungkap Kesit dalam kisahnya.

Menurut salah satu komentator sepakbola tersebut, Leo merupakan pemain andalan Pelita Jaya. Dia diboyong Pelita Jaya dari Persma Manado musim 1996-1997 sebelum dipinjamkan ke Persita pada 1998 dan kembali ke Pelita Jaya tahun 1999. “Satu malam di tahun 2000, lupa hari dan bulannya, saya bersama Ronny Pangemanan mendapat tugas memboyong Leo ke Persijatim. Cukup njlimet prosesnya karena Pelita kukuh tak mau melepas pemain berbakat ini”.

Danurwindo, pelatih Pelita saat itu, tak setuju Leo hengkang. Pelita tak akan mengeluarkan surat keluar. Leo sendiri sudah tak nyaman dan ingin segera hengkang. Kontraknya sudah habis, bahkan sudah lewat dan tak pernah ada perpanjangan. Mentok tak bisa menaklukkan Danurwindo, Ropan langsung berinisiatif mengontak Nirwan D Bakrie (NDB), pemilik Pelita Jaya. Tak sampai 10 menit urusan beres. NDB mengiyakan kepindahan Leo. Surat keluar pun didapat. Jadilah Leo pemain Persijatim.

Dan, tahun itu bak menjadi tonggak baru bagi sejumlah pemain asal Manado. Setelah Leo berhasil didaratkan, tugas berikutnya adalah mendatangkan Francis Wewengkang dan Stenley Mamuaya. Bahkan Rully Soputan, pemain muda berbakat adik alm Leo, juga ikut serta.

“Tak mudah proses urusan administrasi memboyong gelandang dan striker berbakat ini dari Persma. Tapi berkat kegigihan dan niat baik, semua kendala bisa dilewati. Kini, Leo sudah berpulang menghadap Tuhan YME. Selamat jalan Leo.. Tuhan sayang ngana…,” ungkap Kesit diakhir tulisannya.(*/dni)

Komentar