oleh

Digitalisasi Rambah Dunia Pendidikan di Bitung

Pelajar mulai pakai handphone saat ujian

METRO, Bitung- Era digitalisasi yang diusung Pemerintahan Maurits Mantiri dan Hengky Honandar mulai berlaku di berbagai sektor. Salah satunya adalah sektor pendidikan yang memang termasuk prioritas. Saat ini, peserta didik di Bitung bisa menggunakan handphone ketika menghadapi ujian di sekolah.

Pemberlakuan sistem digital pada dunia pendidikan terpantau Kamis (06/05) kemarin. Salah satu SMP yang melaksanakan ujian sekolah, SMP Negeri 2 Bitung, mengizinkan para pelajar menggunakan ponsel saat mengerjakan soal ujian. Artinya sistem sebelumnya yang memakai kertas sebagai lembar isian tak lagi berlaku.

Ujian sekolah di SMP Negeri 2 Bitung diikuti 473 pelajar. Kemarin adalah hari kedua terakhir dari ujian tersebut. Dalam praktiknya, sekolah menyiapkan sambungan WiFi untuk dipakai pelajar selama ujian.

“Kami dapat bantuan dari Pemkot Bitung dalam ujian ini. Bantuannya adalah perangkat WiFi yang dipakai anak-anak (pelajar,red). Dengan ini mereka bisa mengerjakan soal ujian di handphone masing-masing,” ujar Tommy Paat selaku Kepala SMP Negeri 2 Bitung, menerangkan saat dikonfirmasi.

Ia pun menjelaskan mekanisme digitalisasi dalam ujian itu. Awalnya kata dia, link soal ujian dikirim oleh operator ke panitia dan diteruskan ke guru wali kelas. Selanjutnya, oleh wali kelas link itu diteruskan lagi ke pelajar untuk kemudian dikerjakan.

“Dan saat ujian semua handphone terkoneksi dengan server operator. Sehingga begitu selesai hasilnya langsung masuk ke server untuk diperiksa. Jadi sistem yang dipakai ini dari awal sampai akhir digital, tak lagi manual seperti yang lalu-lalu,” tukas Tommy.

Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Bitung Julius Ondang turut bicara perihal ini. Menurut dia, selain untuk mendukung program Walikota dan Wakil Walikota, penerapan sistem ujian digital juga terkait dengan kondisi saat ini yang masih diliputi pandemi Covid-19.

“Karena dengan memakai handphone bisa mengurangi kontak antara peserta dengan pengawas ujian. Itu kan bagus, itu bagian dari anjuran protokol kesehatan,” terangnya.

Julius pun menyebut jika ujian semacam itu tak hanya berlangsung di SMP Negeri 2 Bitung. Beberapa sekolah juga menerapkan hal yang sama, diantaranya SMP Negeri 11 dan SMP Negeri 12 Bitung, lalu SMP Muhammadiyah, dan terakhir SMP Al Khairat. Ia menyatakan kedepan sekolah-sekolah yang lain juga akan menerapkan ujian serupa.

Di sisi lain, pemberlakuan ujian sekolah secara digital diapresiasi oleh Walikota Maurits Mantiri. Saat memantau langsung pelaksanaan ujian itu, ia mengaku terkesan dan sangat antusias. Ia bangga karena program yang diusungnya bersama Wakil Walikota Hengky Honandar cepat diterapkan.

“Ini bagus, ini langkah maju dalam dunia pendidikan kita. Ini juga membuktikan bahwa digitalisasi itu tidak sulit diterapkan. Yang penting ada niat dan komitmen, pasti bisa jalan,” tuturnya.

Ia pun meminta penerapan sistem itu terus dimatangkan oleh pihak sekolah. Sementara, untuk sekolah yang belum melaksanakan diminta agar mencontoh. Digitalisasi dalam sektor pendidikan harus terwujud karena itu sebuah keharusan.

“Sekolah harus jadi contoh penerapan sistem ini. Kalau bagus, yang lain pasti akan menyusul,” ucap Walikota.(69)

Komentar